Pemilik Warung Makan di Lokbin Rusun Jatinegara Keberatan Syarat Harus Vaksin

Nur Aziza - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 19:34 WIB
Lokbin di Rusunawa Jatinegara.
Lokbin di Rusunawa Jatinegara. (Foto: Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI mengharuskan pedagang dan pembeli di warung lokasi binaan (lokbin) untuk divaksin terlebih dulu. Sejumlah pedagang pun merasa keberatan dengan aturan itu.

Denli Nirwana (58) salah satu pedagang di lokbin Rusunawa Jatinegara Barat keberatan adanya aturan baru Pemprov DKI. Dia juga belum mengetahui syarat harus divaksin. Denli sendiri menjajakan minuman dan mi instan.

"Saya rasa kalau buat hal seperti itu kayaknya berat deh buat kita, beratnya kita harus tahu dulu satu per satu kan orang tersebut sedangkan pembeli di sini adalah kawan-kawan kita di rusun, di sekitaran paling orang-orang di sebelahan saja. Itukan tidak tahu masa iya sih mohon maaf nih dia datang dengan bawa surat-surat sertifikat vaksin kita anggap baru bisa beli baru kita bisa melayani. Yang nggak punya berarti nggak boleh jajan, itu yang nggak bisa saya terima," ujar Denli ditemui di lokasi, Jumat (30/7/2021).

Denli menuturkan dirinya belum mendapatkan vaksinasi karena penyakit lambung yang dideritanya. Denli juga masih meragukan soal vaksin Corona.

"Karena kan saya pertama ada lambung ya, jadi saya terus terang saja buat saya pribadi kerap meragukan itu," kata Denli.

Selain itu, Denli mengatakan aturan vaksinasi di warung lokbin memberatkan pedagang. Namun, jika memang diharuskan, dia minta ada petugas yang berjaga 1x24 jam untuk mengecek surat vaksin pengunjung.

"Kalau memang harus demikian duduklah orang dari instansi pemerintah yang benar-benar mengetahui bahwa ini palsu atau tidak kan seperti itu, harus ada duduklah beliau di sini, ketika ada tamu yang mau masuk ke foodcourt ini paling tidak beliau yang menentukan kan gitu, kalau itu enak buat kita berarti bukan dari kitanya mohon maaf ya artinya gini ah lo baru dagang jus saja sombong amat, kan gitu, takutnya ada kata-kata kayak gitu kan nggak enak juga dengan kawan-kawan yang lain," jelas Denli.

Denli berharap pedagang di lokbin tidak dibebankan dengan pengecekan vaksin.

"Kita tetap fokus dengan jualan kita, artinya kita juga tidak terbebani mental kita sama tetangga di sini," ungkap Denli.

Pedagang lainnya Rina (50) yang berjualan nasi ayam goreng juga mengaku keberatan dengan aturan tersebut. Dia ingin ada pelonggaran untuk makan di tempat di warung.

"Ribet kalau kayak gitu. Pengennya dilonggarin biar normal, biar lancar (jualannya), biar nggak lapar. PPKM sudah benar-benar pelan-pelan mati, gitu," keluh Rina.

Rina berharap aturan ini ditiadakan karena dinilai rumit.

"Nggak usahlah, ribet, penyakit mah kalau mau datang, datang ajalah, nggak kudu setiap yang mau beli diperiksa, diperiksa. Kalau sudah vaksin yaudahlah, nggak usah (ada pemeriksaan), penyakit mah nggak kelihatan kalau mau datang mah datang saja, yang penting kan kita sudah, sudah ada penangkalnya, ya gitu saja. Masa setiap yang beli diperiksa setiap yang beli diperiksa," katanya.

Simak video 'Vaksin Moderna untuk Booster Nakes akan Diterima Pekan Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)