Deplu Berang Senator Aussie Bicara Pembunuhan Mahasiswa Uncen
Senin, 27 Mar 2006 15:49 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) berang terhadap sejumlah pernyataan dari senator Australia, seperti misalnya 16 mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua dibunuh aparat keamanan Indonesia.Deplu juga merasa geram atas pernyataan dari senator Australia yang mengatakan bahwa isu pelanggaran HAM di Papua akan dibawa ke PBB."Itu laporan yang tidak berdasar dan hanya semakin memperkeruh hubungan RI dan Australia yang sekarang ini justru sedang terganggu," kata Jubir Deplu Desra Percaya di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (27/3/2006).Sabtu 25 Maret lalu media The Weekend Australia melansir bahwa senator Natasha Stott Despoja dari Partai Demokrat mengaku mendapat laporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemantau HAM di Papua yang menyebut ada 16 orang dibunuh oleh aparat di hutan dekat kampus Uncen. Desra menyebut pernyataan itu tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan aparat intelijen serta staf Deplu di Papua menjamin bahwa pembunuhan itu tidak benar."Berikan kita bukti, jangan hanya asal bicara," tantang Desra.
(san/)











































