Curhat Pedagang Pasar Jembatan Besi Jakbar, Omzet Turun Drastis hingga 60%

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 17:07 WIB
Suasana Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat, Jumat (30/7/2021) siang.
Foto: Suasana Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat. (Annisa Rizky/detikcom)
Jakarta -

Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat (Jakbar), siang ini terpantau sepi. Hanya ada beberapa pedagang yang membuka lapaknya.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (30/7/2021), terlihat hanya ada pedagang sayur, buah-buahan dan pedagang tempe. Mereka masih duduk dan menunggu pembeli datang.

Sayangnya, masih ada pedagang yang tidak memakai masker. Ada pula pedagang yang berkumpul dan mengobrol dengan pedagang lainnya.

Suasana Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat, Jumat (30/7/2021) siang.Suasana Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat, Jumat (30/7/2021) siang. (Annisa Rizky/detikcom)

Sesekali, pedagang menggunakan gerobak masuk ke area pasar. Pedagang bakso misalnya, sembari mendorong gerobak, dia tampak melihat sekitar dan memilih istirahat di sekitar pasar.

detikcom mencoba menyusuri pasar. Saat masuk ke lorong-lorong, banyak gerai yang sudah ditutup. Ada pula pedagang yang tidur dengan kondisi kios sudah dirapikan.

Salah seorang pedagang tempe di sana mengaku pendapatannya berkurang semenjak PPKM diterapkan. Menurutnya, pembeli yang datang juga tidak seramai biasanya. Tak jarang pembeli yang protes lantaran mahalnya harga.

"Pendapatan ada kurang 60%. Terus sekarang apa-apa kalau mau belanja juga jadi mahal. Otomatis jual ke pembelinya juga mahal. Ya banyak yang protes, orang kita naikin gope (Rp 500) aja pada protes," ujar pedagang tempe tersebut saat berbincang dengan detikcom di lokasi.

Kendati demikian, dia masih bersyukur karena bisa bertahan di tengah situasi yang sulit. Walaupun pembeli yang datang tidak seramai biasanya, pedagang tempe itu bersyukur masih bisa berjualan.

Pria berusia 25 tahun itu juga berharap pandemi COVID-19 segera berakhir. Dengan begitu pedagang bisa kembali berjualan seperti sedia kala.

"Ya semoga Coronanya cepat hilanglah, biar pedagang bisa dagang kaya biasa lagi. Biar kitanya juga nggak naikin harga, karena apa-apa mahal," jelasnya.

Baca curhat pedagang warteg di halaman berikutnya.