Tewas Setelah Operasi, Polisi Minta Jasad Desi Diotopsi

Tewas Setelah Operasi, Polisi Minta Jasad Desi Diotopsi

- detikNews
Senin, 27 Mar 2006 15:39 WIB
Pekanbaru - Kematian Desiafitri usai menjalani operasi usus buntu di RSUD Bengkalis dinilai penuh kejanggalan. Jasad bocah 2 tahun 3 bulan itu belum boleh dikubur. Polisi minta jenazah diotopsi terlebih dulu."Pak polisi bilang, ada keanehan atas kematian anak saya itu. Mereka minta agar jasad Desi diotopsi guna penyelidikan. Kami iklas untuk diotopsi," kata ayah Desi, Syamsudin kepada detikcom di RSUD Pekanbaru, Senin (27/3/2006).Syamsudin yang berada di bagian ruang jenazah RSUD Pekanbaru mendapat pengawalan ketat dari Polres Bengkalis. Keluarga bersama polisi berpakaian preman tiba di RSUD itu pukul 07.00 WIB.Pengawalan pihak kepolisian ini, guna mengotopsi jasad Desi yang diduga tewas setelah menjalani operasi usus buntu di RSUD Bengkalis. Keluarga menduga terjadi malpraktek dalam operasi tersebut.Desi meninggal dunia pada Minggu 26 Maret pukul 03.00 WIB dini hari di RSUD Bengkalis. Syamsudin bergegas membawa jasad anaknya pulang ke Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Pulau Rupat, di Selat Malaka.Rencananya, sesampai di kampung halamannya, Desi akan segera dikebumikan. Namun, rencana itu untuk sementara dihalangi pihak kepolisian. Sebab, kasus kematian Desi ini sempat dilaporkan salah seorang keluarga Syamsudin ke pihak Polres Bengkalis."Ada kejanggalan atas kematian Desi. Karena itu pihak keluarga korban diminta untuk membawa Desi ke RSUD Pekanbaru guna diotopsi," kata Burhanuddin abang sepupu Syamsudin yang ikut ke RSUD Pekanbaru.Kejanggalan pada kematian Desi antara lain bekas jaitan operasi usus buntu yang membengkak sampai jahitan terbuka kembali. Kondisi bekas jahitan di bawah pusar Desi pun membusuk. Ini belum lagi hidung Desi yang sempat diberikan selang sebagai alat bantupernapasan juga membengkak dan membusuk. Bagian telinga belakang terdapat benjolan empuk yang juga membusuk."Kondisi anak saya memang sangat memprihatinkan. Anak saya menjalani operasi usus buntu, bukannya kesembuhan yang kami dapatkan, tapi malah anak saya meninggal dunia," kata Syamsudin dengan isak tangis.Syamsudin yang saban hari bekerja sebagai tukang ojek ini, berharap pihakkepolisian bisa mengusut sampai tuntas kematian anaknya."Kata pak polisi, dalam kasus kematian anak saya ini, mereka hari ini juga telah melaporkan ke pihak Polda Riau," katanya. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads