Disinggung Presiden AS, Sampai Mana Proses Pindah Ibu Kota RI?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:59 WIB
Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru
Desain Ibu Kota Baru (Dok. Tangkapan Layar Facebook PUPR)

Penyediaan Lahan

Pada 2024 itu, Ibu kota baru juga ditargetkan memiliki sejumlah fasilitas umum dan sosial. Rencananya pemerintah menyediakan 8 hektare untuk fasilitas umum dan sosial.

Lahan kebun raya dan Taman Riparian juga disediakan seluas 300 hektare. Kemudian, ada lahan untuk alun-alun, Bukit Bendera dan Sumbu Kebangsaan tahap 1 seluas 26 hektare.

Selanjutnya, Sumbu Tripraja atau lahan untuk gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif ditargetkan seluas 10 hektare. Tentu juga akan ada Istana Negara hingga gedung-gedung pemerintahan.

Memetakan Konteksi Jalan Tol

Pembangunan jalan raya dan koneksi jalan tol tak lupa juga masuk dalam rencana pembangunan tahap awal. Pemerintah menargetkan koneksi dari ibu kota baru ke Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan dibangun sepanjang 30 km.

Selain itu, jaringan jalan ke kawasan inti pusat pemerintah (KIPP) di ibu kota baru ditargetkan sepanjang 44 km

"Untuk koneksi jalan, Kita ketahui dari Balikpapan menuju KIPP ini kan 1,5 jam. Ada harapan dari Bapak Presiden apakah waktu tempuh itu bisa menjadi 30 menit. Dan ini Bina Marga sedang mencari alternatif jalan untuk mencapai area sana," jelasnya.

Joe Biden Singgung RI Harus Pindah Ibu Kota

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden menyinggung soal Indonesia harus memindahkan ibu kotanya karena Jakarta diproyeksikan akan tenggelam. Proyeksi Jakarta akan tenggelam bukan kali ini saja ramai dibicarakan, sudah ada sederet kajian terkait hal ini.

Pernyataan soal Indonesia itu disampaikan Biden saat mengunjungi Kantor Direktur Intelijen Nasional. Dikutip dari situs resmi White House, Jumat (30/7/2021), pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya di depan para pemimpin badan intelijen di AS.

Biden mulanya berbicara mengenai ancaman terbesar yang dihadapi AS. Dia mengatakan, Departemen Pertahanan mengungkapkan, bahwa perubahan iklim merupakan ancaman terbesar bagi AS.

"Kita berada dalam situasi di mana... pikirkan ini. Pikirkan tentang ini: Saya tidak akan pernah melupakan pertama kali saya terjun ke tank sebagai Wakil Presiden, setelah saya terpilih. Departemen Pertahanan mengatakan apa ancaman terbesar yang dihadapi Amerika: perubahan iklim," kata Biden.

Biden mengatakan, kini permukaan air laut terus meningkat. Dia mengungkapkan, ke depannya, akan banyak orang bermigrasi dan memperebutkan tanah yang subur. Biden mencontohkan Afrika Utara.

Baru kemudian Biden menyinggung Indonesia. Menurutnya, jika apa yang diproyeksikan benar, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia harus memindahkan ibu kota karena akan tenggelam.

"Tapi apa yang terjadi, apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" kata dia.

"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," imbuh Biden.


(rdp/imk)