Pakai Bahasa Isyarat, Anggota TNI AU Ajak Ngobrol Warga Korban Injak Kepala

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 11:49 WIB
Prajurit TNI AU, Peltu Deny ajak makan Steven, pemuda yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AU
Prajurit TNI AU Peltu Deny mengajak makan Steven, pemuda yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AU. (Tangkapan layar video TNI AU)
Jakarta -

Steven (17), pemuda yang diinjak kepalanya oleh dua oknum TNI Lanud JA Dimara, Merauke, bertemu dengan Peltu Deny Zulkarnaen, prajurit Lanud JA Dimara, yang sudah 5 tahun dikenalnya. Pertemuan keduanya diinisiasi Peltu Deny Zulkarnaen setelah mendengar insiden injak kepala yang dialami Steven.

"Peltu Deny mengajak Steven untuk mau bersekolah lagi karena Steven pada saat ini sudah putus sekolah sejak beberapa tahun lalu," kata Kadispen AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/7/2021).

Indan menjelaskan Peltu Deny Zulkarnaen mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Peltu Deny mengenal Steven sejak 5 tahun lalu karena aktif dalam perkumpulan difabel Kabupaten Merauke.

"Selain mengajak sekolah lagi, Peltu Deni juga berjanji akan mencarikan pekerjaan buat Steven," imbuh dia.

Momen Steven dan Peltu Deny Zulkarnaen bertemu di salah satu warung lalapan ayam di Jalan Raya Mandala Spadem, Merauke, itu diabadikan dalam rekaman video berdurasi satu menit. Dalam video yang dikirimkan Indan kepada wartawan, tampak Steven dan Peltu Deny berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

Prajurit TNI AU, Peltu Deny ajak makan Steven, pemuda yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AUPrajurit TNI AU Peltu Deny mengajak makan Steven, pemuda yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AU. (Tangkapan layar video TNI AU)

Steven tampak tersenyum sambil menggaruk-garuk kepala belakangnya saat dinasihati Peltu Deny untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

"Setelah mendengarkan nasihat dari Peltu Deni, Steven pun berjanji tidak akan meminum miras lagi dan mau untuk melanjutkan sekolah. Tidak hanya itu, Steven juga bertekad menjadi anak yang baik dan akan membantu orang tuanya, bahkan Steven berjanji akan rajin beribadah ke gereja," sambung Indan.

Sebelumnya, kejadian yang menimpa Steven ramai disorot hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto marah kepada jajaran Lanud JA Dimara. Dari video yang viral di media sosial, tampak dua prajurit Satpom Lanud JA Dimara menginjak kepala Steven.

Awalnya dua oknum prajurit Lanud JA Dimara bermaksud mengamankan Steven yang mabuk dan diduga hendak membuat kekacauan di semua warung makan. Kendati demikian, cara dua oknum prajurit itu tampak arogan karena disertai insiden injak kepala.

Kini dua oknum prajurit AU tersebut berstatus tersangka kasus kekerasan dan ditahan.

Lihat Video: Berbaju Tahanan, Ini Wujud Oknum TNI Penginjak Kepala Warga di Papua

[Gambas:Video 20detik]



(aud/fjp)