detik's Advocate

Pinjol Sedot Data di HP dan Menyebarluaskan, Bisakah Saya Pidanakan?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 09:37 WIB
Ilustrasi Ponsel, Ilustrasi Smartphone
Ilustrasi ponsel (Foto: Photo by Greg Froning on Unsplash)
Jakarta -

Kecurangan aplikasi pinjaman online (pinjol) sangat meresahkan, bahkan sudah masuk bentuk kejahatan pidana. Hal itu ditindaklanjuti oleh Dittipideksus Bareskrim Polri dengan menangkap pelaku pinjol yang kerap menteror masyarakat.

Nah, salah satu korban pinjol diceritakan seorang pembaca detik's Advocate dalam surat elektroniknya. Berikut penuturan lengkapnya:

Assalamualaikum Bang Andi. Saya mau konsul mengenai hukum sebuah pinjaman online ilegal yang menyebarkan data nasabah ke medsos atau ke kontak-kontak yang ada di kontak nasabahnya. Malahan ada yang mau menyebarkan foto selfie dan foto KTP ke kontak teman nasabahnya dan disebarluaskan ke medsos dan yang lainnya.

Apakah itu termasuk pelanggaran UU ITE atau pelanggaran biasa atau sejenisnya?

Soalnya ada teman saya, secara tidak sengaja dia mendownload sebuah aplikasi dan mengikuti semua yang disarankan. Kemudian dia meng-klik tulisan 'AJUKAN PINJAMAN' tapi karena tidak ada respons dari aplikasi tersebut makanya aplikasi tersebut dihapus/uninstall.

Jelang setengah jam berikutnya masuk dana ke rekening teman saya. Kontan teman saya kaget karena dia tidak pernah merasa menandatangani surat pinjaman uang.

Besoknya teman saya ke Bank pergi minta rekening koran untuk mengetahui dari mana asal uang tersebut dan niat mau mengembalikan tapi pas dicek tidak ada nomor rekening pengirim. Makanya teman saya diamkan di rekening dulu.

Dan teman saya juga sudah mengirim email ke OJK dan konsultasi juga ke teman yang kebetulan aparat penegak hukum untuk konsultasi masalah ini.

Selang seminggu kemudian ada SMS masuk dan meminta saya membayar pinjaman tersebut sebesar Rp 1.600,000. Saya langsung kaget. Saya minta bukti transfer dan nomor rekeningnya tapi dia tidak memberikan.

Akhirnya dia mengirim pesan lewat WA saya, dan lagi-lagi saya minta nomor rekeningnya dan bukti kalau saya sudah meminjam uang. Dia tidak mengasih dan malah mengirim semua daftar kontak saya, foto KTP dan foto selfie saya ke WA saya.

Bukannya saya tidak mau mengembalikan dana tersebut tapi saya sedang isolasi mandiri dan saya sudah jelaskan ke pengirim pesan tapi dia malah mengirim pesan ke kontak-kontak saya yang lain.

Saya sudah bilang nanti saya sehat baru saya transfer tapi dia malah memaksa saya sehingga saya drop.

Oh yah pak, saya coba download aplikasi pinjol tersebut di Playstore tapi tidak ada karena saya lihat nama aplikasinya di SMS yang dia kirimkan ke saya.

Bukannya tidak sanggup mengembalikan hanya dikarenakan teman saya sedang isolasi mandiri. Terus debt collectornya itu ngancem-ngancem macem-macam sehingga teman saya drop.

Apa yang harus teman saya lakukan sekarang? Sedangkan pinjol tersebut sudah mengirim pesan WA ke teman yang ada kontaknya.

Mohon petunjuk dan pencerahannya

Penanya

Untuk menjawab permasalahan di atas, kami menghubungi advokat Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M. Berikut pendapat hukumnya:

Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas pertanyaan yang saudara berikan kepada kami.

Dalam menjawab pertanyaan saudara kami merujuk kepada kronologis yang saudara berikat, adapun jawaban kami sebagai berikut :

Sebuah platform pinjaman online harus lah terdaftar pada Instansi Otorotas Jasa Keuangan, adapun guna terdaftarnya platform tersebut pada OJK untuk menjamin dan melindungi masyarakat dari praktek-praktek pinjaman on line yang bertentangan dengan undang-undang yang berlaku, sebagaimana dipertegas pada pasal 7 Pertaturan Otoritas Jasa Keuangan No. 77/POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi ('Peraturan OJK 77') yang menyatakan "Penyelenggara wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK".

Apabila platform tersebut tidak terdaftar maka platform tersebut telah melanggar ketentuan pasal 47 ayat (1) POJK No. 77 Tahun 2016 yang menyatakan "Atas pelanggaran kewajiban dan larangan dalam peraturan OJK ini, OJK berwenang mengenakan sanksi administrasi terhadap penyelenggara berupa:

1. Peringatan tertulis;
2. Denda, yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;
3. Pembatasan kegiatan usaha; dan
4. Pencabutan izin."

Sehingga sangat perlu untuk memastikan platform pinjaman online (penyelenggara) yang saudara pergunakan apakah terdaftar atau tidak. Apabila tidak saudara bisa melaporkan kepada OJK.

Simak penjelasan selanjutnya di halaman berikutnya.

Tonton Video: Ribuan SIM Card Teregistrasi Pinjol, Polri 'Colek' Kominfo-Dukcapil

[Gambas:Video 20detik]