Apa Makna Doa SBY Soal 'Bimbinglah Pemerintah' Atasi Pandemi?

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 06:29 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kontemplasinya. SBY berharap pidato kontemplasinya dapat dijadikan pertimbangan bagi Jokowi mengambil kebijakan.
Foto: SBY (Grandyos Zafna)
Jakarta -

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berdoa agar pemerintah dan masyarakat bisa mengatasi pandemi COVID-19. Doa itu ternyata memiliki sejumlah makna secara politik.

Makna doa SBY tersebut dilihat Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam. Dia awalnya menyebut doa SBY itu berarti kepedulian dan perhatian terkait fenomena pandemi Corona yang melanda Indonesia.

"Pesan SBY itu menunjukkan kepedulian dan perhatian lebihnya pada trend fenomena pandemi COVID-19 yang belakangan semakin tidak terkendali. Wajar jika para mantan pemimpin negeri ini sangat concern pada kondisi saat ini. Sebab, mereka memiliki pengalaman kepemimpinan dalam situasi krisis (leadership in crisis) yang beragam," kata Umam saat dihubungi, Kamis (29/7/2021).

Umam lantas membahas terkait makna semantik di balik kata 'bimbinglah' yang sempat disampaikan SBY dalam doanya lewat cuitan Twitter. Dia menyebut ada 2 makna yang terlihat dari kata itu.

"Pertama, makna transenden, dimana untaian doa itu diekspresikan untuk berharap petunjuk Tuhan agar mampu mengatasi faktor-faktor yang berada di luar prediksi, kendali, dan kapasitas negara untuk mengatasinya," ucapnya.

Umam lantas membahas makna kedua ini menggambarkan seperti bentuk kegundahan SBY terhadap kebijakan pemerintah. Dia menyebut SBY seperti menyampaikan kegundahan karena respons luas masyarakat terkait langkah hingga kebijakan publik pemerintah kurang optimal terhadap penanganan pandemi.

"Kedua, makna kegundahan karena respons luas masyarakat yang menilai langkah-langkah kebijakan publik yang diambil pemerintah dipandang kurang optimal, tidak tepat dalam berbagai kalkulasi kebijakan, hingga ketidaktepatan sejumlah langkah pendekatan dalam penanganan Covid-19 maupun penyelamatan ekonomi nasional. Akibatnya, ribuan kasus kematian terus terjadi, terutama mereka yang sedang isolasi mandiri atau bahkan tidak sadar bahwa dirinya terpapar Covid-19 karena tidak mendapatkan penanganan medis secara memadai," jelasnya.

Lebih lanjut, Umam menyebut ungkapan 'bimbinglah' yang disampaikan SBY juga bisa bermakna harapan. Harapan untuk kinerja pemerintah lebih baik dan efektif untuk melindungi nyawa rakyat.

"Ya bisa dimaknai sebagai harapan agar kinerja pemerintah bisa lebih baik dan lebih efektif untuk melindungi nyawa rakyat dan menjaga fondasi ekonomi nasional yang kian melemah akibat tekanan resesi berkepanjanga, yang disebabkan oleh langkah-langkah penanganan pandemi yang kurang memadai. Dalam konteks komunikasi politik, pilihan diksi SBY itu cukup 'meaningful'," paparnya.

Sebelumnya, SBY berkomentar soal pandemi Corona. SBY berharap Tuhan membimbing pemerintah dan masyarakat melewati ujian ini.

Hal itu disampaikan SBY dalam akun Twitter-nya yang bercentang biru seperti dilihat, Rabu (28/7). SBY menekankan mengenai pentingnya berdoa selain terus berikhtiar.

"Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin," tulis SBY.

Simak juga Video: Respons Satgas soal Varian 'Delta Plus' yang Disebut Sudah Masuk RI

[Gambas:Video 20detik]



(maa/idn)