Tips Buka Franchise buat Pebisnis Kuliner dari Pakar

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 20:35 WIB
pebisnis kuliner
Foto: Angga Laraspati
Jakarta -

Tak ada yang lebih diimpikan selain melihat usaha kuliner yang digeluti berkembang lebih besar, salah satu caranya dengan membuka sistem franchise. Namun sebelum itu, cek dulu tips dari Owner dan CEO Kebab Baba Rafi Indonesia Nilamsari yang sudah memiliki kurang lebih 1.600 outlet.

Dari segi Break Event Point (BEP) atau titik impas, idealnya bisnis kuliner bisa mencapai dalam kurun waktu 5 tahun, 2 setengah tahun balik modal, 2 setengah tahun mendapatkan keuntungan. Tetapi dalam sistem franchise biasanya orang tidak akan mematok 2 setengah tahun, biasanya kurang lebih 2 tahun.

"Karena andai kata in case ada sesuatu miss atau bagaimana paling enggak masih tercapai target 2 setengah tahun," tutur Nilamsari dalam Webinar Tips Bangun Franchise Kuliner dengan Inovasi Menu Baru yang disiarkan live di detikcom, Kamis (29/7/2021).

Selain itu, untuk membuka franchise usaha yang digeluti juga sudah harus terdaftar secara hukum, hak kekayaan intelektual sudah terdaftar, sistem perusahaan sudah terbukti, sudah mendapatkan keuntungan yang jelas, sudah lebih dari 5 outlet, dan paling tidak sudah berjalan lebih dari 5 tahun.

"Tapi kalau misalkan belum bisa franchise sistemnya bisa dengan kemitraan, itu lebih mudah, lebih simple, nanti ketika sudah melengkapi semua ini, nanti sudah bisa naik kelas menjadi franchise," jelasnya.

Lalu apa saja yang dibutuhkan agar usaha kuliner bisa go franchise? Nilamsari memaparkan beberapa hal yang dibutuhkan. Pertama, pengusaha harus mempersiapkan prospektus agar orang dapat melihat prospek dari usaha yang dibuat. Lalu yang kedua adalah analisa keuangan.

"Selanjutnya tim manajemen, tentunya tim manajemen ketika mengelola lebih dari 5 outlet tentunya sudah memiliki tim manajemen, apalagi kalau sudah besar, perlu banget dibackup tidak hanya Anda sebagai owner tapi harus ada tim di belakang Anda," imbuhnya.

Kemudian ada perjanjian, lanjut Nilamsari, banyak perjanjian soal franchise basic yang bisa dicari di Google untuk dipelajari para pengusaha agar usaha mereka berkembang. Lalu ada produksi yang stabil dan manfaatkan marketing offline dan online.

"Sekarang zamannya online, jangan meremehkan online. Online ini marketnya luar biasa," kata Nilamsari.

Nilamsari juga mengatakan franchise itu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu franchise murni dan syariah. Bedanya adalah franchise murni, orang yang mengambil mengelola franchise tersebut secara langsung, sedangkan yang syariah orang yang mengambil franchise menjalankan bisnis dan pemberi franchise hanya menerima laporan keuangan perbulannya.

Untuk memasarkannya, Nilamsari juga menuturkan ada beberapa pameran franchise yang bisa didatangi. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan instagram ads untuk menjadi platform marketing dari usaha yang dijalani.

"Tapi harus quote, kalau we are looking for franchising. Kemudian paid promote itu juga berhasil banget. Kalau mau jual franchise kita juga butuh beberapa acknowledge dari beberapa institusi, nah kalo masih pemula bisa ikut lomba. Bisa juga pakai Google ads," katanya.

Pemaparan ini disampaikan Nilamsari dalam acara Webinar yang diselenggarakan oleh Kraft Heinz Food Service Institute bekerja sama dengan detikcom. Untuk kegiatan pertama ini, Webinar mengangkat tema Tips Bangun Franchise Kuliner dengan Inovasi Menu Baru.

Kraft Heinz juga akan menyelenggarakan Webinar lainnya yang bekerja sama dengan detikcom pada 5 Agustus nanti. Bagi yang ingin mendaftar bisa langsung mengklik tautan berikut ini ya!

(mul/mpr)