Domisili 42 Warga Papua di Aussie Belum Diketahui

Domisili 42 Warga Papua di Aussie Belum Diketahui

- detikNews
Senin, 27 Mar 2006 13:59 WIB
Jakarta - Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal memastikan 42 warga Papua penerima izin tinggal (visa) sementara kini sudah tidak ada di Pulau Christmas lagi. Mereka sudah menginjakkan kaki di Negeri Kanguru.Namun di kota mana mereka ditempatkan, Dino mengaku hingga kini belum mendapatkan informasinya."Saat ini mereka akan mengikuti proses pembauran dengan masyarakat Australia. Kotanya saya belum jelas," kata Dino.Dino mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (27/3/2006).Dubes HamzahMengenai pertemuan antara Presiden SBY dengan Dubes RI untuk Australia Teuku Muhammad Hamzah Thayef, Minggu 26 Maret, Dino menuturkan, pertemuan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB dan hanya berlangsung satu jam.Dalam pertemuan itu, SBY mendapat briefing yang detil dan komprehensif dari Hamzah mengenai perkembangan terakhir 42 WNI itu. Selain itu juga dibahas soal mood dan posisi pemerintah dan rakyat Australia, serta mengkaji soal hal-hal yang mungkin dilakukan sekarang dan ke depan.Saat ini Hamzah sudah berangkat ke Republik Vanuatu di kawasan Pasifik Selatan, Minggu sore setelah bertemu dengan SBY. Setelah itu Hamzah akan kembali lagi ke Jakarta, tidak ke Canberra. Dino tidak memastikan sampai berapa lama Hamzah berada di Vanuatu. "Mungkin dalam beberapa hari ini dia sudah akan kembali ke Jakarta," katanya.Dino juga tidak bisa memastikan sampai kapan Hamzah akan berada di Jakarta sebelum kembali ke Canberra."Belum tahu nanti tergantung petunjuk dari Presiden. Jadi begitu ada petunjuk dari pemerintah, Hamzah tentu akan kembali ke Canberra," katanya.Soal senator Australia, Kerry Nettle, yang bersikap provokatif, pemerintah masih mencatat posisi Australia sebagai mendukung NKRI dan mendukung gerakan separatis."Kami berharap mereka tidak memperkeruh situasi. Kami memang melihat ada semakin banyak rumor, disinformasi dan misinformasi belakangan ini, dan kami harap masyarakat tidak terkecoh dengan rumor tersebut," kata Dino. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads