RI Tak Akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Australia
Senin, 27 Mar 2006 13:56 WIB
Jakarta -
Kekesalan pemerintah Indonesia terhadap Australia sudah diubun-ubun. Tapi pemerintah tidak akan mengambil keputusan frontal. Hubungan diplomatik RI-Aussie akan tetap terjalin."Kalau terjadi pemutusan hubungan diplomatik, yang bersorak gembira adalah kelompok separatis," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam jumpa pers di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (27/3/2006).Sikap pemerintah diambil terkait pemberian izin tinggal (visa) sementara yang dikeluarkam pemerintah Australia untuk 42 warga Papua yang mencari suaka politik ke Negeri Kangguru itu.RI dan Australia, kata Dino, pernah mengalami masalah yang lebih serius, tetapi tidak sampai terjadi pemutusan hubungan diplomatik. "Jadi itu tidak realistis dan tidak merupakan opsi," tegas Dino.Presiden SBY, imbuh Dino, sampai saat ini masih terus mengkaji opsi yang akan dikeluarkan pemerintah."Sekarang yang menjadi ujian adalah kemampuan hubungan yang penting ini untuk menangani masalah yang cukup sensitif agar di masa mendatang kita mempunyai pemahaman bagaimana menghadapi masalah ini," beber Dino.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































