Pesan Apa yang Terkandung dalam Surah Al Kafirun? Ini Penjelasannya

Rahma Indina Harbani - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 16:56 WIB
Ilustrasi membaca al quran
Pesan Apa yang Terkandung dalam Surah Al Kafirun? Ini Penjelasannya (Foto: Getty Images/iStockphoto/.shock)
Jakarta -

Surah Al Kafirun adalah salah satu surah dalam Al Quran yang diturunkan dengan pesan tertentu di dalamnya. Pesan apa yang dikandung dalam surah ke-109 dalam Al Quran ini?

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu sebab turunnya surah Al Kafirun. Mengutip dari buku Tafsir Al-Fatihah karya Muhammad Rasyid Ridha dan Tiar Anwar Bachtiar, surah Al Kafirun diturunkan dalam kondisi yang menuntut adanya pemisahan tegas antara tauhid dan syiriq. Saat itu, Rasulullah dihadapkan oleh kesepakatan antara muslim dan non muslim untuk membuat kompromi teologis.

Diriwayatkan bahwa para pembesar kaum musyrik Quraisy berusaha sekuat tenaga agar Rasulullah SAW berhenti mendustakan kemusyrikan mereka dan menghina-hina tuhan mereka.

Sebab itulah, mereka menawarkan jabatan dan harta kepada Nabi Muhammad SAW. Diceritakan bahwa Al Walid bin Al Mughirah, Al Ash bin Wa'il, Al Aswad bin Al Muththalib, dan Umayyah bin Khalaf adalah orang-orang yang sangat memusuhi Rasulullah. Mereka pun menawar pada Rasul:

"Wahai Muhammad! Marilah engkau menyembah apa yang kami sembah. Maka, kami pun menyembah apa yang engkau sembah. Kita bekerja sama dalam segala hal,"

Kemudian Allah SWT menurunkan surah Al Kafirun untuk memupus harapan mereka. Sekaligus mengumumkan kesucian Islam dari agama mereka yang bathil dan ibadah mereka yang mengada-ada.

Pesan yang Terkandung dalam Surah Al Kafirun

Oleh sebab itu, surah Al Kafirun turun dengan membawa pesan-pesan berikut yang dirangkum dari tafsir Kementerian Agama (Kemenag), di antaranya:

1. Adanya perbedaan yang sangat besar antara "Tuhan" yang disembah orang-orang kafir dengan "Tuhan" yang disembah Nabi Muhammad SAW. Berikut dengan sifat-sifat yang dimiliki Allah tidak sama dengan Tuhan mereka.

Sebab Allah SWT bukanlah ciptaan manusia dan Dia tidak menjelma menjadi suatu yang kasat mata sebagaimana sembahan mereka.

2. Panduan mengenai toleransi antar umat beragama. Melalui surah Al Kafirun, Allah SWT berfirman tidak ada tukar-menukar dengan pengikut agama lain dalam hal peribadahan kepada Tuhan.

Senada dengan hal tersebut, tafsir Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa seorang hamba itu mempunyai Tuhan yang disembahnya dan cara ibadah yang ditempuhnya masing-masing. Rasul dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh-Nya.

Untuk itu, dalam ajaran Islam kita mengenal kalimat syahadat yang berbunyi:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Bacaan latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Adapun bacaan lengkap dari surah Al Kafirun lengkap dengan artinya adalah sebagai berikut:

1. قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

Bacaan latin: qul yā ayyuhal-kāfirụn

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir!"


2. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

Bacaan latin: lā a'budu mā ta'budụn

Artinya: "aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,"


3. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Bacaan latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud

Artinya: "dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,"


4. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

Bacaan latin: wa lā ana 'ābidum mā 'abattum

Artinya: "dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,"


5. وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Bacaan latin: wa lā antum 'ābidụna mā a'bud

Artinya: "dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah."


6. لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

Bacaan latin: lakum dīnukum wa liya dīn

Artinya: "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Semoga pesan-pesan yang terkandung dalam surah Al Kafirun ini bisa diresapi dan diterapkan dengan baik ya, sahabat hikmah.

(erd/erd)