Kenapa Puan Kritis soal Penanganan Pandemi?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 16:41 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani kerap kritis terhadap pemerintah terkait kebijakan penanganan pandemi Corona. Mengapa Puan bersikap kritis soal penanganan pandemi terhadap pemerintahan yang diusung PDIP, partainya sendiri?

"Memang tugas DPR selain legislasi dan anggaran kan pengawasan terhadap pemerintah, fungsi checks and balances. Jadi kalau Ketua DPR dianggap kritis, memang sudah seharusnya begitu. Apalagi Ketua DPR kan speaker of the house, juru bicara parlemen yang harus menyuarakan kepentingan rakyat yang diwakili oleh 575 anggota DPR," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi, dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Yang salah, kata Ari, justru ketika DPR tidak bersuara terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Apalagi kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi COVID-19 yang sudah melanda Indonesia setahun dan pandemi ini sudah membuat susah semuanya.

"Jadi yang salah itu kalau DPR diam saja, atau cuma jadi 'stempel' pemerintah seperti zaman Orde Baru. Tapi kan nyatanya tidak. Ketua DPR-nya meski satu partai dengan Presiden, tetap kritis kalau bicara soal keselamatan rakyat di tengah pandemi," kata dia.

Ari menjelaskan, fungsi pengawasan parlemen lewat kritik terhadap pemerintah memang sudah menjadi hakikat DPR sebagai lembaga legislatif di negara demokrasi. Namun, menurut Ari, suara dan kritik DPR terhadap pemerintah haruslah membangun dan demi perbaikan penyelenggaraan negara ke depan.

"Parlemen itu kan asal katanya 'le parle'. Bahasa Prancis yang artinya berbicara. Jadi memang sudah hakikat DPR untuk berbicara, bersuara demi kepentingan rakyat," kata dia.

"Kalau saya lihat kritik Ketua DPR hampir selalu direspons oleh pemerintah. Itu artinya kritik Ketua DPR tidak asal bunyi, makanya direspons dengan baik," kata Ari.

Sampai titik ini, menurutnya, sikap kritis Puan terhadap pemerintah terkait penanganan pandemi tidak berpengaruh apa-apa terhadap soliditas pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Sebaliknya, kritik tersebut justru bisa menjaga kepercayaan masyarakat. Soal substansi kritik, Ari menilai baik pilihan-pilihan kritik Puan terhadap pemerintah yang mengedepankan hal-hal yang paling berkaitan dengan nasib dan keselamatan rakyat di tengah pandemi COVID-19.

"Karena bicara pandemi ini memang soal hidup mati rakyat. DPR sebagai wakil rakyat, sudah sewajarnya menyoroti implementasi kebijakan pemerintah terkait pandemi yang bersentuhan langsung dengan hidup rakyat," ujarnya.

Seperti diketahui, sikap Puan yang dinilai kritis terhadap pemerintahan Jokowi mulai jadi perbincangan di media arus utama dan media sosial. Salah satunya Puan mempertanyakan soal aturan makan 20 menit hingga meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat di apotek.

(gbr/tor)