Angka Kematian Naik Saat PPKM, Wakil Ketua MPR Minta Evaluasi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 16:16 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat meminta para pemangku kepentingan untuk segera mengevaluasi penanganan COVID-19 di sejumlah daerah. Hal ini bertujuan untuk menekan tingkat kematian akibat virus Corona di Indonesia.

"Tren peningkatan angka kematian akibat COVID-19 dalam beberapa hari terakhir cukup mengkhawatirkan, para pemangku kepentingan harus segera mengatasi kondisi ini," kata Lestari dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada Rabu (28/7), jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal bertambah 1.824 orang. Bahkan, penambahan jumlah orang meninggal akibat COVID-19 sehari sebelumnya tercatat 2.069 orang.

Padahal sebelum pemberlakuan PPKM Darurat, Satgas COVID-19 mencatat penambahan kematian tertinggi per hari sebesar 539 orang. Kemudian, jumlah ini meningkat pada PPKM Darurat (3 Juli-20 Juli 2021) menjadi menjadi 1.338 orang. Lalu meningkat lagi pada PPKM level 1-4 (21 Juli-25 Juli 2021) menjadi 1.487 orang.

Untuk itu, Lestari menyampaikan agar para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus segera mengevaluasi daerah yang mengalami kesulitan dalam penanganan kasus positif COVID-19.

Tak hanya evaluasi, Lestari mengatakan para pihak juga harus segera mencarikan solusinya. Dengan demikian, tingkat kematian akibat COVID-19 di daerah tersebut dapat segera ditekan hingga titik terendah.

Terkait hal ini, Lestari mengatakan ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk menekan tingkat kematian akibat COVID-19. Salah satunya dengan mengetahui warga yang terpapar COVID-19 sedini mungkin melalui testing dan tracing yang massif.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini menyebut dengan upaya tersebut, tindakan penanganannya dapat segera dilakukan. Lestarie menduga sejumlah daerah tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk meningkatkan agresivitas testing dan tracing di daerahnya. Hal inilah yang kemudian membuat penanganan COVID-19 menjadi terlambat.

"Demikian juga, dengan kelengkapan fasilitas kesehatan di setiap daerah yang tidak merata, yang berpotensi menjadi faktor tidak tertanganinya dengan segera pasien COVID-19," paparnya.

Selain itu, kata Lestari, konsistensi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan setiap harinya juga harus dijaga untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Upaya ini meliputi memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Lestari pun berharap sejumlah kendala dalam penanganan kasus positif COVID-19 di sejumlah daerah dapat segera diatasi. Ia menyebut dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan di pusat dan daerah, penyebaran COVID-19 di tanah air dapat segera terkendali.

(prf/ega)