MPR Cina Minta Dukungan Tak Ada Pemisahan Taiwan
Senin, 27 Mar 2006 13:06 WIB
Jakarta - Rombongan MPR Cina, Senin (27/3/2006), mendatangi Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Mereka minta dukungan Kebijakan Satu Cina (One China Policy)."Selain minta dukungan, mereka juga ingin mempererat hubungan kedua negara," kata Hidayat usai menerima rombongan yang dipimpin Ketua MPR Cina Jia Qinlin di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.Penyatuan Cina dengan Taiwan, ungkap Hidayat, memang merupakam misi utama rombongan ini. Kesatuan Cina merupakan harga mati."Para tamu tersebut mengharapkan Indonesia mendukung One China Policy, karena kesatuan Cina harga mati, tidak ada kemerdekaan bagi Taiwan. Dan kita mendukung," kata Hidayat.Dukungan Indonesia tersebut diharapkan menjadi modal bagi Cina untuk menyelesaikan persoalan konflik Cina-Taiwan secara damai dan bermartabat. Karena jika penyelesaian konflik Cina-Taiwan dilakukan secara militer, akan berpengaruh terhadap ekonomi dan stabilitas perdamaian di Asia Selatan dan Asia Tenggara."Dukungan kita dengan syarat penyelesaian konflik dengan Taiwan dilakukan secara bermartabat dan damai, tidak dengan kekerasan," tambahnya.Menurut Hidayat, Jia Qinlin juga mendukung kedaulatan NKRI dari upaya rongrongan kelompok yang ingin memisahkan beberapa wilayah di Indonesia dari NKRI.Selain berbicara mengenai hal itu, kedua pimpinan MPR masing-masing negara juga membicarakan hubungan ekonomi antara kedua negara yang diharapkan saling menguntungkan.
(umi/)











































