Stiker Berlogo TNI Mudah Diperoleh di Pasar Senen
Senin, 27 Mar 2006 12:52 WIB
Jakarta - Larangan pemasangan atribut TNI seperti stiker logo TNI AL/Marinir pada kendaraan pribadi prajurit marinir, sipil dan swasta ternyata tidak membuat penjualan stiker menghilang dari pasaran.Seperti yang terlihat di Pasar Senen, Jakarta Pusat, lokasi pusat penjualan atribut dan stiker TNI-Polri. Meski beredar surat edaran dari TNI-Polri mengenai pelarangan penjualan dan pemakaian stiker TNI, namun untuk mencarinya sangat mudah.Datang saja ke Pasar Senen, kemudian naik ke lantai II dan Anda akan menemukan banyak pilihan toko yang menawarkan stiker berlogo marinir, brimob, bareskrim, dan berbagai atribut-atribut khas TNI-Polri lainnya.Pantauan detikcom, Senin (27/3/2006) di kios Bhakti Jaya yang terletak di Blok II Lantai II Pasar Senen yang menawarkan berbagai pilihan stiker dan atribut khas TNI-Polri.Awalnya karyawati toko itu menawarkan harga Rp 6.000 untuk setiap stiker dengan berbagai logo-logo khas, seperti korps marinir, brimob, bareskrim, TNI-AD dan sebagainya.Namun jika Anda menawar Rp 4.000 sampai Rp 5.000 untuk sebuah stiker, maka keinginan memiliki stiker hologram dari berbagai kesatuan akan Anda dapatkan. Gampang kan!Pedagang tidak takut berjualan atribut dan stiker TNI? "Memang sih kemarin dulu itu ada razia, tapi cuma disuruh simpan saja. Tidak boleh dijual. Lalu selesai razianya, kita taruh lagi di etalase," kata karyawati itu.Hanya, untuk atribut TNI-Polri lainnya para pedagang lebih hati-hati menjual barang dagangnya. Seperti Toko Bandung Jaya, yang menjual berbagai atribut TNI-Polri. Saat seorang warga sipil hendak membeli kaos dengan tulisan Komando pada bagian punggung, pedagang justru menawarkan kaos yang polos.Andi, nama penjual di toko tersebut, mengaku harus selektif menjual benda-benda seperti itu, tidak bisa sembarangan. "Kelihatan kok, pembeli yang aparat ataubukan. Bukan aparat pasti kikuk," imbuh Andi.Ternyata Andi ini menebak dari mana warga sipil, mana pembeli dari kalangan aparat TNI-Polri. "Kalau ragu, kadang kita minta kartu tanda anggotanya," tambah Andi lagi.Tapi Andi mengakui, bukan aparat pun dapat membeli seragam TNI atau Polriasalkan ada keluarganya yang aparat TNI atau Polri aktif. "Kalau adafamilinya, saya kasih," tambah Andi.
(jon/)











































