Insiden Oknum TNI AU Injak Kepala Warga, Lukas Enembe Minta Warga Tenang

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 13:01 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe mencopot Dance Yulian Flassy dari jabatan Sekda Papua. Jabatannya diisi digantikan Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun (dok Istimewa)
Gubernur Papua Lukas Enembe (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Gubernur Papua Lukas Enembe menyayangkan terjadinya insiden tindak kekerasan terhadap warga di Merauke oleh oknum anggota TNI AU. Lukas berharap kejadian serupa tidak terulang.

"Gubernur Papua berharap agar seluruh aparat penegak hukum yang ada di Papua dapat menjadikan ini sebagai pelajaran dan refleksi diri, agar ke depan hal serupa tidak lagi terulang," kata juru bicara Lukas Enembe, M Rifai Darus, dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Dia menilai insiden tersebut masuk kategori penyiksaan. Meski begitu, Lukas meminta masyarakat Papua tetap tenang dan memantau proses hukum yang berjalan.

"Gubernur Papua juga meminta kepada seluruh warga Papua untuk tetap tenang dan terus memantau atas proses yang sedang berjalan terhadap kedua aparat TNI AU yang melakukan kekerasan dan penyiksaan tersebut," katanya.

"Gubernur menekankan agar situasi aman dan kondusif tetap harus dikedepankan dalam masa pandemi ini," tambahnya.

Lukas mengapresiasi simpati dan empati yang diberikan masyarakat termasuk warganet. Menurutnya, hal ini jadi bukti semua pihak menginginkan negara selalu hadir dalam melindungi warga negaranya.

Lukas juga berterima kasih kepada TNI AU yang menindak oknum anggotanya yang terlibat dalam insiden kekerasan tersebut.

"Gubernur Papua tidak lupa berterima kasih kepada seluruh jajaran TNI AU yang bertindak cepat dalam memberi respons atas insiden kekerasan tersebut," ungkap dia.

"Banyak permintaan maaf yang terucap dan diterima oleh publik Papua, mulai dari Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kadispenau Marsma Indan Gilang, hingga Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke Kolonel Pnb Herdy Ariel Budiyanto. Semoga insiden seperti ini tidak lagi terulang di tanah Papua maupun daerah lainnya," tambahnya.

TNI AU Minta Maaf

Sebelumnya, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berharap masyarakat membukakan pintu maaf untuk pihaknya atas kejadian tersebut.

Marsekal Fadjar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Papua. Teramat khusus, dia meminta maaf untuk pria yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AU serta keluarganya.

"Saya selaku Kepala Staf Angkatan Udara ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua, khususnya warga di Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya," kata Fadjar lewat sebuah video yang diunggah akun Twitter @_TNIAU seperti dilihat detikcom, Rabu (28/7).

Sementara itu, dua oknum anggota TNI AU ditetapkan sebagai tersangka. Mereka juga ditahan.

Serda A dan Prada V telah ditetapkan sebagai tersangka tindak kekerasan oleh penyidik, saat ini kedua tersangka menjalani penahan sementara selama 20 hari, untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya," ujar Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam keterangannya, Rabu (28/7).

Simak video 'Berbaju Tahanan, Ini Wujud Oknum TNI Penginjak Kepala Warga di Papua':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)