Latihan TNI AD-Tentara AS Dinilai Bentuk Konkret Diplomasi Pertahanan

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 12:57 WIB
Prajurit TNI AD Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha Madiun mengikuti Latihan Pemeliharaan Kemampuan Prajurit di Madiun, Jawa Timur, Sabtu (14/12/2019). Latihan yang diikuti 400 prajurit tersebut digelar untuk mengasah dan memantapkan kemampuan prajurit Para Raider. ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo
Jakarta -

TNI AD dan tentara Amerika Serikat (US Army) akan melakukan latihan gabungan pada 1 hingga 14 Agustus mendatang. Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan ajang ini menjadi salah satu bentuk konkret diplomasi pertahanan.

"Sebelum berbicara apa manfaat atau keuntungan yang didapat Indonesia dari gelaran Latgab Garuda Shield, saya kira perlu sedikit menengok ke belakang, terkait perjalanan diplomasi pertahanan Menhan Prabowo," kata Khairul dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan diplomasi pertahanan merupakan salah satu sarana mewujudkan kepentingan nasional di bidang pertahanan dan keamanan. Peranannya sangat strategis dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Terutama agar eskalasi tidak meningkat ke arah konflik serta dapat saling memperkuat confidence building measures (CBM), keamanan hingga stabilitas kawasan.

"Ini menurut saya merupakan bentuk konkret dari defence diplomacy for confidence building measures, yaitu diplomasi yang dilakukan untuk membangun kepercayaan, mengurangi rasa takut dan kesalahpahaman dari kedua belah pihak, serta defence diplomacy for defense capabilities atau diplomasi yang diarahkan pada upaya meningkatkan kemampuan sektor pertahanan," jelasnya.

"Artinya, Indonesia dalam hal ini tentu saja berharap gelaran latgab nanti akan memperkuat kesepahaman, memperkaya pengalaman serta meningkatkan kemampuan dan kecakapan TNI, terutama para personel yang terlibat," sambungnya.

Menurutnya, ajang ini juga sekaligus bisa menjadi penegasan sikap konsisten pemerintah Indonesia yang menolak berpihak dalam menyikapi perseteruan China dan Amerika.

"(Indonesia) menjalankan politik bebas aktif, serta terus berupaya membangun kerjasama dan kemitraan strategis dengan berbagai negara," kata Khairul.

Adapun menurut Khairul, kerja sama latihan tersebut diperkirakan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap hubungan Indonesia-China di luar isu Laut China Selatan. Sehingga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Sejauh ini, sejak hubungan kedua negara dinormalisasi, hubungan itu tidak pernah benar-benar memburuk bahkan cenderung menguat," ucapnya.

Bahkan menurutnya, kecil kemungkinan hubungan antara Indonesia - China memburuk karena ada kedekatan antara Indonesia dan AS dalam kerja sama latihan militer ini. Terlebih, hubungan Indonesia dan China selama ini tidak memiliki masalah krusial.

"Apalagi dalam berbagai kesempatan, Indonesia jelas masih membuka ruang-ruang kerjasama yang intens dengan China serta membatasi sikap tegasnya itu hanya menyangkut persoalan Laut China Selatan. Tanpa menyinggung isu-isu lain yang dinilai tak relevan atau tak menguntungkan bagi hubungan bilateral Indonesia-China," tegasnya.

Khairul juga ragu hubungan RI-China bakal memburuk menyusul adanya latgab Garuda Shield. Apalagi dalam berbagai kesempatan, Indonesia jelas membuka ruang-ruang kerja sama yang intens dengan 'Negeri Tirai Bambu' serta membatasi sikap tegasnya hanya menyangkut persoalan LCS.

"Tanpa menyinggung isu-isu lain yang dinilai tak relevan atau tak menguntungkan bagi hubungan bilateral Indonesia-China," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 330 tentara Amerika Serikat (US Army) telah tiba di Indonesia untuk mengikuti Latihan Bersama Garuda Shield ke-15/2021. TNI AD dan US Army dijadwalkan melakukan latgab Garuda Shield pada Agustus 2021.

Program tersebut diklaim yang terbesar dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya lantaran melibatkan 2.246 personel TNI AD dan 2.282 tentara AS. Garuda Shield kali pertama dilakukan di Bandung, Jawa Barat, pada 2009.

Pada tahun ini, kegiatan dilaksanakan di tiga daerah latihan (rahlat), yakni Pusat Latihan Tempur Baturaja, Makalisung, dan Amborawang, dengan materi latihan lapangan, menembak, medis, dan penerbangan.

(ega/ega)