Round-Up

Serangan Balik 2 Karyawan Bank yang Dipolisikan Gilir Perempuan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 23:00 WIB
Poster
Foto ilustrasi pemerkosaan. (Edi Wahyono/detikcom)

Atas tudingan N yang menyebut dirinya telah melakukan pemerkosaan, A dan S lalu melaporkan balik N dengan tuduhan pencemaran nama baik.

"Saya laporkan pencemaran nama baik," ucap A.

A Mengaku Dirinya Sengaja Diperas

Setelah melakukan hubungan badan dengan N pada malam itu, A dan rekannya, S, mengaku balik ke Pangkep. Namun dia mengaku kaget karena didatangi N dan beberapa pria yang mengaku dari LSM.

"Saat dia temui saya di Pangkep, mereka bilang kebetulan ini cewek keberatan. Tapi saya tidak disampaikan bilang pemerkosaan, tidak pernah," kata A.

Selanjutnya A mengaku menegaskan kepada N dan rekan-rekannya bahwa hubungan badan dilakukan atas kesepakatan bersama.

"Mereka bilang, 'Begini Dek, sebenarnya ini korban,' (langsung saya sela), saya bilang korban apa, itu bukan korban, saya bayar, maksudnya kan ini memang perempuan memang begitu pekerjaannya," katanya.

"Saya tampilkan bukti chat-nya bahwa dia bilang bertarif, apa lagi?" imbuhnya.

A juga mengaku heran karena korban lebih dulu menemui dirinya di Kabupaten Pangkep. Seharusnya N langsung melaporkan A ke Polda Sulsel jika memang benar-benar merasa sebagai korban.

"Kenapa si korban tidak langsung saja melapor ke polres atau di polsek dekat TKP, sementara ini kejadian tanggal 13. Nah, dia lapor tanggal 26, masuk akal tidak dia baru melapor," ucap A.

Karena tak ada kesepakatan di pertemuan itu, lanjut A, N dan sejumlah rekan LSM-nya itu menghubungi atasan A di kantor. Saat itulah A yakin dirinya diperas.

"Karena dia sebelumnya selalu berusaha mediasi, mediasi terus. Inilah kesalahan dia juga, karena selalu menghubungi (lewat telepon) atasan saya, bukan ke saya langsung," katanya.

"Dia mengancam terus (ke atasan saya), bagaimana saya tampilkan video call atau tidak, kalau misalnya kita bantu saja anggota ta daripada rusak lagi nama ta (kamu)," pungkas A.


(nvl/nvl)