PPKM Level 3 Artinya Apa? Ini Makna, Aturan dan Daftar Daerahnya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:32 WIB
PPKM Level 3 Artinya Apa? Ini Makna, Aturan dan Daftar Daerahnya
PPKM Level 3 Artinya Apa? Ini Makna, Aturan dan Daftar Daerahnya -Kondisi PPKM level 3 di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Jakarta -

PPKM level 3 artinya apa jadi pertanyaan yang cukup banyak dicari. Diketahui pemerintah menetapkan perpanjangan PPKM level 3-4 di Jawa-Bali dan non-Jawa-Bali mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Adapun pemerintah membagi pelaksanaan PPKM per level berdasarkan sejumlah faktor, antara lain indikator laju penularan kasus dan respons sistem kesehatan yang berdasarkan panduan dari WHO. Indikator ketiga adalah kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Lalu, PPKM Level 3 Artinya Apa?

Menurut rekomendasi WHO, ada empat level yang menunjukkan situasi Corona di sebuah wilayah. Salah satunya level 3, yang menunjukkan angka kasus positif COVID-19 antara 50-150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Rawat inap di di rumah sakit antara 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian antara 2-5 kasus per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Sementara itu, berikut makna level 1, 2, dan 4 yang dimaksud WHO:

Level 1: Angka kasus positif COVID-19 kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Rawat inap di di rumah sakit kurang dari 5 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian kurang dari 1 orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2: Angka kasus positif COVID-19 antara 20 dan kurang dari 50 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Rawat inap di di rumah sakit antara 5 hingga kurang dari 10 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian kurang dari 2 orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

level 4: Angka kasus positif COVID-19 lebih dari 150 kasus COVID-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Aturan PPKM Level 3 Jawa-Bali

Setelah mengetahui PPKM level 3 artinya apa, ada aturan yang juga diberlakukan di level ini. Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Tito Karnavian Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Inmendagri itu dikeluarkan pada 25 Juli 2021.

Berikut ketentuan PPKM level 3 di 33 kabupaten/kota di Jawa Bali:

1. Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi dengan pengaturan shift. Setiap shift-nya dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

2. Pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 17.00 waktu setempat.

3. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen, outlet voucher, barbershop, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat.

4. Warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung 25 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit.

5. Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen sampai dengan 17.00 waktu setempat.

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi infrastruktur publik dapat beroperasi maksimal pekerja 10 orang

7. Tempat ibadah (masjid, musala, gereja, pure, vihara, dan klenteng) serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dapat melaksanakan peribadatan keagamaan berjemaah selama masa penerapan PPKM level 3 dengan maksimal 25 persen kapasitas atau 20 orang.

8. Transportasi umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, kendaraan sewa-rental diperlakukan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

9. Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak makan di tempat.