Cerita Firli Bahuri Segera Pensiun dari Polri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 16:47 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri mengenang masa-masa dirinya berjuang untuk menjadi anggota Polri pada lebih dari 30 tahun lalu. Kini Firli akan segera memasuki masa pensiun dari anggota Polri.

Dia tergabung menjadi abdi negara dengan mengikuti Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1990. Rekan seangkatannya kini telah menduduki sejumlah posisi strategis di kementerian/lembaga di Tanah Air dengan berpangkat jenderal. Termasuk Firli, jenderal bintang 3 yang menjabat Ketua KPK.

"Seperti detak jantung yang bertaut, setiap insan Akabri saling terpaut satu dengan yang lainnya, selalu berdenyut menggelorakan nyala api dan semangat juang sampai akhir di mana pun kita ditugaskan, ditempatkan, dan dibutuhkan oleh negara dan rakyat Indonesia," kata Firli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/7/2021).

"Syukur alhamdulillah, kerja keras, dedikasi, dan pengabdian tanpa batas lulusan taruna Akabri angkatan 1990 kepada bangsa dan negara dapat kita lihat dari capaian kinerjanya yang luar biasa, sehingga negara menyematkan pangkat serta menempatkan alumnus-alumnus GELAR 90 untuk memimpin sejumlah pos/tempat strategis," tambahnya.

Firli menyebut teringat masa-masa perjuangan untuk menentukan jalan hidup dan mewujudkan cita-cita kecil untuk Indonesia besar. Menurutnya, mimpi itu tak sekadar menjadi mimpi, namun impian serta cita-cita dirinya, seorang yatim dari Dusun Lontar Batu Raja, sebuah desa kecil di ujung pelosok Sumatera Selatan, yang ditinggal wafat ayah saat berusia 5 tahun.

"Saya menyaksikan sendiri betapa hebat perjuangan Ibu untuk menghidupi anak-anaknya, di mana beliau menekankan betapa pentingnya pendidikan untuk mengubah keadaan, khususnya ekonomi keluarga saat itu," ucap Firli.

Dia menyebut, dengan sebatang kara, kala itu ibunya berjuang sangat keras layaknya seorang ayah demi anaknya. Dengan penuh kesabaran serta penuh kasih kasih sayang, ibunya berjuang bagi anaknya.

"Yang saya fahami, seorang ibu akan selalu berusaha segenap jiwa dan raganya untuk membahagiakan dan mengedepankan masa depan anaknya, walaupun mungkin itu mengorbankan kebahagiaan dan masa depannya sendiri," ujarnya.

Firli sering mendengar dalam setiap sujud malam ibunya menyebut nama dirinya. Menurutnya, dalam liang air mata sang ibu, tak terhitung doa-doa yang beliau panjatkan, membaluri sekujur tubuh melalui usapan hangat tangannya yang renta.

Simak video 'Cerita Firli 6 Kali Gagal Masuk Akabri Demi Jadi Polisi':

[Gambas:Video 20detik]