Terduga Penyiram Air Keras ke Pemred Media Lokal di Medan Ditangkap!

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 15:54 WIB
Ilustrasi air keras
Ilustrasi air keras. (Foto: Getty Images/iStockphoto/victorass88)
Medan -

Polisi mengatakan terduga pelaku penyiraman air keras ke salah satu pemimpin redaksi media lokal di Medan, Persada Bhayangkara Sembiring, telah ditangkap. Namun, polisi belum menjelaskan detail identitas terduga pelaku.

"Sudah terungkap. Sudah ada yang ditangkap," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra, saat dimintai konfirmasi soal terduga pelaku penyiraman sudah ditangkap atau belum, Rabu (28/7/2021).

Rafles belum menjelaskan secara detail jumlah pelaku serta motif di balik peristiwa itu. Rafles menyebut detailnya bakal disampaikan lewat konferensi pers.

Sebelumnya, Persada diduga disiram dengan air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut mengatakan Persada merupakan pemimpin redaksi (pemred) salah satu media lokal di Medan.

"Mengecam tindak kekerasan kembali terjadi terhadap wartawan yang bertugas di lingkungan Kota Medan khususnya, dan Sumatera Utara umumnya," kata Ketua PWI Sumut Hermansjah kepada wartawan, Senin (26/7).

Herman mengatakan peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/7) pukul 22.00 WIB. Herman mengatakan pihaknya mendapatkan informasi peristiwa ini terkait pemberitaan tentang perjudian.

"Diduga sering menaikkan berita perjudian, lalu ditelepon, jumpalah di Simpang Selayang. Setelah jumpa, lalu tiba-tiba diduga Pemred Jelajahperkara disiram air keras ke wajahnya," tutur Herman.

Polisi turun tangan mengusut kejadian ini. Polisi memeriksa saksi hingga mengecek CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Masih kami selidiki pelakunya. Saksi-saksi kami periksa. CCTV kami analisa. Sembilan orang (saksi telah dimintai keterangan)," sebut Rafles.



Rafles mengatakan korban diduga disiram air keras setelah membuat janji temu dengan seseorang. Namun, orang tersebut tak kunjung datang dan tiba-tiba Persada disiram dengan cairan diduga air keras.

"Dia ada janji dengan seseorang ketemu di jalan. Orangnya nggak datang, tiba-tiba dia disiram dengan dugaan air keras. Masih kita dalami apakah ada kaitannya atau tidak," ucap Rafles.

(haf/haf)