Kemendes & Astra Kerja Sama Targetkan Pembangunan 175 Desa

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 15:08 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini
Foto: Kemendes
Jakarta -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjalin kerja sama dengan PT Astra International Tbk untuk membangun ekonomi desa dan SDM. Setidaknya, terdapat 175 desa yang menjadi target pembangunan desa tahun ini.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini mengatakan kerja sama yang tertuang dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA) tersebut merupakan bentuk kolaborasi berkesinambungan terkait pembangunan desa, antara pemerintah dan dunia usaha.

"Semoga ke depannya program ini secara konsisten dan berkelanjutan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM desa," ujar Harlina dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Saat hadir pada Launching Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA) Tahun 2021 secara virtual, hari ini, Harlina mengatakan program DSA tahun ini memproyeksikan pada pengembangan produk unggulan desa yang berorientasi untuk ekspor.

DSA tahun ini juga berorientasi pada penguatan offtaker dan jaringan pemasaran, serta memastikan keberlangsungan rantai pasok produk. Adapun proyeksi pengembanagn produk tersebut, didasarkan pada potensi produk unggulan di masing-masing desa.

"Harapannya ini dapat menjadi salah satu alternatif pemecah isu dalam menghadapi tantangan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi global COVID-19," imbuhnya.

Melalui program DSA tersebut, Harlina juga mengapresiasi keikutsertaan berbagai unsur elemen masyarakat yang turut andil dalam memberikan program pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat yang terlibat. Baik dalam bentuk pelatihan hardskill, quality control product, manajemen keuangan keluarga, pendampingan kelompok usaha, serta monitoring dan evaluasi.

"Program DSA ini diharapkan dapat menjadi suatu percontohan bagi program kegiatan lainnya. Dan pengembangan perluasan lokus intervensi perlu dilakukan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak desa di Indonesia," kata Harlina.

Sebelumnya, pada tahun 2019 program DSA telah menyasar sebanyak 645 Desa, dilanjutkan pada tahun 2020 sebanyak 105 desa.

(ega/ega)