Pimpinan DPR soal Fasilitas Isoman di Hotel: Prioritas di Wisma Kopo

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 13:54 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai menghadiri rapat Baleg DPR dengan Apindo perihal RUU Cipta Kerja, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (28/82020).
Sufmi Dasco Ahmad (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan terkait fasilitas isolasi mandiri di hotel yang disiapkan oleh Sekjen DPR RI bagi anggota hingga staf DPR hanya alternatif. Dasco menyebut prioritas isolasi yang utama bagi perangkat DPR yang terpapar COVID-19 adalah Wisma Kopo milik DPR RI.

"Perlu dijelaskan bahwa yang disiapkan fasilitas isoman bukan hanya anggota DPR, tetapi meliputi tenaga ahli, kemudian staf anggota DPR, dan ASN yang berada di lingkungan DPR. Jadi tidak khusus anggota DPR. Lalu kemudian berdasarkan skala prioritas yang pertama, kami menyiapkan lebih dahulu Wisma Kopo di DPR," kata Dasco kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Dasco menjelaskan Wisma Kopo merupakan fasilitas isolasi milik DPR dengan banyak kamar yang terletak di kompleks MPR/DPR. Menurutnya, isolasi mandiri di Wisma Kopo ini salah satu cara untuk menekan laju penularan COVID-19 di lingkungan DPR RI.

"Wisma Kopo itu adalah fasilitas kepunyaan DPR yang kemudian mempunyai juga banyak kamar. Kalau di sana kemudian penuh, itu kemudian berjaga jaga ada di dua tempat yang kemudian disiapkan oleh Kesetjenan. Nah, tentunya ini upaya kami untuk menekan laju COVID atau kemudian menjaga dampak COVID di lingkungan DPR dan sesuai aturan yang ada," ujarnya

Dasco menyebut fasilitas Wisma Kopo ini juga menjadi alternatif lainnya ketika anggota DPR hingga staf DPR tidak bisa menjalani isolasi di rumah jabatan atau rumah dinas. Dengan demikian, kata dia, Sekjen DPR menyediakan tempat khusus agar yang terpapar tidak menulari keluarganya.

"Skala prioritas kita adalah, apabila di rumah jabatan tidak bisa, ini kan bukan cuma anggota DPR, ada ASN yang kemudian ngumpul dengan keluarga, ada tenaga ahli yang juga ngumpul dengan keluarga. Nah, kalau kemudian dia sakit COVID dan tidak dicarikan tempat, itu akan otomatis menular. Ini tidak khusus, jadi tolong media dan publik menyimak, ini tidak khusus anggota DPR, tapi perangkat DPR keseluruhan. Kami prioritaskan Wisma Kopo. Ketika Wisma Kopo penuh, ada alternatif lain yang disiapkan," ujarnya.

Untuk diketahui, Sekjen DPR Indra Iskandar memastikan fasilitas hotel untuk isoman bukan program yang dianggarkan. Anggaran fasilitas itu bersumber dari anggaran perjalanan luar negeri yang tidak terpakai dan anggaran lain yang bersifat kontingensi.

"Jadi anggaran COVID ini anggaran kontingensi, bukan yang diprogramkan. Kami menggeser dari anggaran perjalanan luar negeri yang nggak terpakai, dari kegiatan narasumber yang nggak boleh lagi sekarang. Jadi kami menggeser-geser dari dana-dana itu, sifatnya kontingensi, nggak dianggarkan secara utuh tapi kalau dibutuhkan kami revisi. Anggaran COVID kan sekarang ada di setiap kementerian," ujar Indra, Selasa (27/7).

Hotel untuk fasilitas karantina atau isolasi mandiri itu, selain untuk anggota DPR, juga ditujukan bagi tenaga ahli hingga staf yang terpapar COVID-19. Fasilitas itu disediakan bagi mereka yang terpapar dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

"Yang sudah kerja sama sama kita itu, MoU-nya dengan sama Ibis Grogol, satu lagi di Oasis daerah Pasar Senen Atrium," ujarnya.

(maa/gbr)