Jenazah COVID Membusuk di RS

Pemkot Makassar Mau Bantu Kubur Jenazah, tapi Dilarang Masuk Makam Provinsi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 09:42 WIB
Wali Kota Makassar Ramdhan Danny Pomanto. (dok. Istimewa)
Foto: Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto. (dok. Istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto menyebut sejumlah jenazah COVID-19 di rumah sakit di Makassar tertahan hingga membusuk. Danny ingin membantu pemakaman, tapi Pemkot Makassar tak bisa masuk makam COVID-19 milik Pemprov Sulsel di Macanda, Kabupaten Gowa.

"Saya mau minta, kalau memang begitu (ada jenazah COVID-19 tertahan) biar Pemerintah kota bantu, nggak apa-apa. Cuma kan persoalannya aturannya yang begitu, di Macanda (pemakaman khusus COVID-19) itu tidak bisa masuk kalau bukan Provinsi," kata Danny kepada detikcom, Selasa (27/7/2021) malam.

Danny menyebut pihaknya sudah membantu Satgas COVID-19 Sulsel untuk pemulasaraan dan pemakaman jenazah COVID-19. Salah satunya menyiapkan ambulans sebanyak 6 unit untuk dijadikan mobil jenazah.

Dia juga menegaskan, ambulans yang dipakai membawa jenazah pasien COVID-19 tak bisa dicampur dengan ambulans yang membawa pasien biasa.

"Pemerintah kota mengadakan segera 6 mobil jenazah dan ambulans khusus COVID," sebut Danny.

Selain itu, saat ini Satgas COVID-19 Makassar telah membantu penjemputan jenazah pasien COVID-19 yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit milik Pemkot Makassar untuk dilakukan pemulasaraan jenazah. Danny menyebut tugas ini dulunya dilakukan Satgas COVID-19 Sulsel.

"Karena dulu kan memang full Provinsi yang urus," katanya.

"Tapi kan tidak bermaksud saling menyalahkan, jadi saya suruh beli mobil 6. Baru setelah saya tahu begitu saya suruh beli untuk paling tidak nggak usah kita saling menyalahkan, tapi jadi peringatan kan," kata Danny.

Satgas COVID-19 Sulsel Akui Kewalahan-Minta Bantuan Pemkot Makassar

Sementara itu, Koordinator Posko Satgas COVID-19 Sulsel dr Arman Bausat mengatakan pihaknya memang butuh bantuan dari Satgas COVID-19 Makassar untuk pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien COVID-19 yang berada di bawah naungan Pemkot. Salah satunya RSUD Daya Makassar.

"Saya sudah berkoordinasi sebelumnya dengan Wali Kota Makassar. Pemkot menyediakan tiga mobil ambulans jenazah, khusus untuk mengantar jenazah dari rumah sakit milik pemerintah kota, dan mengantar jenazah warga Kota Makassar yang meninggal di rumah," jelas Arman, Selasa (27/7).

Menurut Arman, peran Satgas COVID-19 provinsi sebenarnya hanya membantu bila diperlukan. Tetapi selama ini satgas provinsi menjalani peran utama tanpa bantuan pemerintah kota.

"Kami sudah melakukan semaksimal mungkin. Tapi dengan meningkatnya kasus kematian belakangan ini, tentu butuh dukungan Pemkot Makassar. Apalagi kan sudah dikoordinasikan sebelumnya," tuturnya.

(hmw/nvl)