Walkot Makassar Ungkap Jenazah COVID Membusuk di RS Tertahan 2 Hari

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 08:53 WIB
Walkot Makassar, Ramadhan Danny Pomanto (Hermawan/detikcom)
Walkot Makassar Ramadhan 'Danny' Pomanto (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto menyebut jenazah pasien COVID-19 yang membusuk di RSUD Daya tertahan hingga 2 hari. Tak hanya itu, Danny juga menemukan ada jenazah COVID-19 yang tertahan di rumah sakit lain.

"Karena kemarin saya dapat dari intelijen, di (RS) Stella Maris juga tidak diangkut, 3 mayat di Stella Maris nggak diangkut," kata Danny kepada detikcom, Selasa (27/7/2021) malam.

Danny awalnya menjelaskan bahwa kasus jenazah pasien COVID-19 membusuk di RSUD Daya awalnya meninggal di rumahnya. Pihak RSUD Daya selanjutnya melakukan penjemputan untuk membantu melakukan pemulasaraan jenazah.

"Kan mati di rumah, kita jemput di rumah kita bantulah pemulasaraannya di Rumah Sakit Daya, begitu habis dimandikan apa semua kan ada pemandi khusus untuk COVID maka dibungkus lah kain kafan dan dibungkus plastik," ucap Danny.

Walkot Makassar Tegaskan Satgas Sulsel Punya Kewenangan Makamkan Jenazah COVID

Danny menegaskan pihaknya hanya bisa melakukan pemulasaraan jenazah COVID-19 hingga siap dimakamkan. Pihaknya tidak bisa melakukan pemakaman, karena kewenangan itu ada di Satgas COVID-19 Sulsel, di mana tim Satgas COVID-19 Sulsel akan menjemput jenazah yang sudah disiapkan tim Satgas COVID-19 Makassar.

Danny lalu menyebut beberapa jenazah COVID-19 yang sudah siap dimakamkan terlambat dijemput dan tertahan.

"Maka mayat itu hampir 2 hari baru diangkut sudah membusuk," ucapnya.

Menurut Danny, total ada tiga jenazah pasien COVID-19 di RSUD Daya; 2 jenazah diangkut dalam masa 24 jam, sementara 1 jenazah lainnya baru diangkut setelah nyaris 48 jam.

"(Total) 3 di RSUD Daya diangkut dua dalam 24 jam, yang satunya itu lewat 24 jam jadi sudah busuk," ungkap Danny.

"Saya juga sudah miris ini kejadian karena ini kan masalah orang mati, sumber penyakit masalahnya," imbuhnya.

Namun persoalan serupa ternyata tidak hanya terjadi di RSUD Daya. Danny juga mengaku menerima laporan jenazah tertahan di RS Stella Maris.

"Nah, khusus untuk Stella Maris itu laporan intelijen ke saya, dia minta 'Pak Danny bagaimana caranya diangkut sudah lama tidak diangkut ini mayat 3, begitu," katanya.

Tim Satgas COVID-19 Sulsel Kewalahan

Satgas COVID-19 Sulsel, yang menangani penjemputan dan pemakaman jenazah turut menanggapi keluhan keterlambatan itu. Pihak Satgas COVID-19 Sulsel mengatakan timnya kewalahan.

"Tim Satgas COVID-19 Provinsi kewalahan karena harus melayani tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel, ditambah rumah sakit swasta yang ada di Makassar," ujar Koordinator Posko Satgas COVID-19 Sulsel, dr Arman Bausat, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Arman mengatakan timnya sudah bekerja secara maksimal. Namun tingkat kematian akibat COVID-19 belakangan ini cukup tinggi.

Dia juga menjelaskan soal peristiwa jenazah COVID-19 tertahan selama 24 jam di RSUD Daya pada Sabtu (24/7) lalu. Dia mengatakan tim Satgas COVID-19 Sulsel tengah mengurus 21 jenazah pasien COVID-19 di waktu yang sama.

"Satu jenazah itu butuh waktu sekitar 2 jam dan hari ini, kami mengurus sembilan kematian," tuturnya.

Simak juga video 'Heboh Warga di Bondowoso Rebut Jenazah Corona-Peti Dibakar':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)