Warga Banjarmasin Bikin Alat Pendeteksi Vaksinasi Lewat e-KTP

Muhammad Risanta - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 08:34 WIB
Habib Fathurrahman Bahasyim memperlihatkan alat Smart Checker pemindai e-KTP yang bisa digunakan untuk mengecek peserta vaksinasi. (Muhammad Risanta/detikcom)
Habib Fathurrahman Bahasyim memperlihatkan alat Smart Checker pemindai e-KTP yang bisa digunakan untuk mengecek peserta vaksinasi. (Muhammad Risanta/detikcom)
Banjarmasin -

Seorang warga di Kalimantan Selatan membuat alat yang bisa mendeteksi warga yang sudah divaksinasi. Cara pendeteksian dilakukan lewat e-KTP atau KTP elektronik.

"Alhamdulillah kami menciptakan alat ini tujuannya agar mempermudah urusan administrasi terkait data valid apakah seseorang sudah divaksin atau belum. Di satu sisi dengan alat ini kita bisa mengetahui seberapa besar jumlah orang sudah divaksinasi di suatu kawasan," ujar pembuat alat pendeteksi vaksinasi, Habib Fathurrahman Bahasyim, kepada detikcom, Rabu (28/7/2021).

Habib Fathurrahman sendiri membuat alat yang diberi nama Smart Checker semata-mata ingin membantu pemerintah dan masyarakat luas, terutama program vaksinasi nasional, yang harus didukung dengan perangkat memadai. Saat proses pengecekan dan pemeriksaan hasil vaksinasi, warga tidak perlu lagi membawa sertifikat vaksinasi. Warga cukup menempelkan e-KTP pada salah satu panel maka akan ditunjukkan data yang menyebutkan seseorang sudah divaksin atau belum.

"Indikatornya adalah melalui alat sederhana namun berbasis teknologi ini, akan terlihat hasil nyatanya. Jika lampu berwarna hijau maka menandakan pemilik KTP ini sudah divaksinasi. Sedangkan lampu menyala merah berarti yang bersangkutan belum melakukan vaksin," jelas Fathurrahman sembari mendemonstrasikan alat ciptaannya tersebut.

Warga Kubah Basirih, Banjarmasin Barat, ini berharap hasil kreasi yang dibuatnya dapat dimanfaatkan pemerintah. Sebab, selain efisien, keberadaan alat ini setidaknya warga tidak perlu repot-repot lagi membawa sertifikat kalau ingin bepergian menggunakan moda transportasi darat, laut, ataupun udara.

Alat ini dikatakannya bisa saling terkoneksi dengan data server vaksinasi. Tak hanya itu, masyarakat tak perlu antre lama dan menimbulkan kerumunan. Karena hanya sepersekian detik hasilnya bisa terbaca lewat pemindaian kode batang (barcode scan) dari chip e-KTP.

Simak video 'Mewaspadai Varian AY.1 'Delta Plus' yang Disebut Sudah Terdeteksi di RI':

[Gambas:Video 20detik]



Orang ini juga pernah membuat alat yang dibeli Pemerintah Kota Banjarbaru: