Round-Up

Terjerat Agen Perjalanan Sebab Tipu-tipu Jual PCR dan Tiket Pesawat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 05:04 WIB
Polda Metro Jaya tangkap pelaku pemalsuan swab PCR, Selasa (27/7/2021).
Foto: Polda Metro Jaya tangkap pelaku pemalsuan swab PCR (Kadek/detikcom)

Promosi Via Medsos


Tersangka FN yang merupakan agen tiket pesawat ini mempromosikan jasa pembuatan surat swab PCR palsu melalui media sosial. FN menawarkan surat swab PCR palsu kepada calon penumpang yang membeli tiket pesawat kepadanya.

"Tersangkanya FN kerja setiap hari adalah dia sering melalui medsos menjual tiket pesawat selama ini. Tapi dengan ada aturan PPKM darurat dan level 4 sejak Juni lalu, FN ini menawarkan tiket pesawat plus PCR tanpa melalui tes," terang Yusri.

FN tidak membuat sendiri surat swab PCR palsu ini, melainkan memesannya kepada temannya yang saat ini masih diburu.

"Kami masih mengejar, karena hasil riksa awal yang buat PCR ini bukan FN ini. Dia memesan juga kepada seseorang yang sekarang masih DPO," tuturnya.

Raup Untung Rp 11 Juta

Dengan menjual surat swab PCR palsu ini tersangka FN mengambil keuntungan berkisar Rp 300 ribu sampai dengan Rp 400 ribu per lembar. Selama hampir sebulan beroperasi, dia telah meraup keuntungan belasan juta rupiah.

"Keuntungan yang diraup hampir Rp 11 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Lebih lanjut Yusri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan surat swab PCR palsu. Seseorang yang menggunakan surat swab PCR palsu tanpa tes dikhawatirkan menimbulkan risiko menularkan virus COVID-19 kepada penumpang lainnya.

"Karena bisa saja ternyata dia positif COVID, tetapi karena tidak dilakukan tes betul-betul, kemudian dia melalukan perjalanan maka bisa menularkan virus kepada yang lain," tuturnya.

Polisi akan terus melakukan penindakan terhadap para pemalsu swab PCR maupun penggunanya.

Sementara itu, atas perbuatannya, FN dijerat dengan Pasal 35 dan 51 UU ITE No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU No 11 Tahun 2008 serta Pasal 263 KUHP.


(mea/mea)