RSUD Makassar Keluhkan Penjemputan Jenazah COVID Lamban hingga Membusuk

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 19:03 WIB
Mobil ambulans mengangkut jenazah penumpang KMP Yunice di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (30/6/2021) dini hari. Hingga Rabu (30/6) dini hari, sebanyak enam jenazah korban meninggal dalam peristiwa tenggelamnya KMP Yunice di Selat Bali telah ditemukan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Ilustrasi ambulans (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Makassar -

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar dr Ardin Sani mengeluhkan lambannya proses penjemputan jenazah pasien COVID-19 oleh Satgas COVID-19 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya, jenazah bisa tertahan 24 jam hingga mengeluarkan bau busuk.

"Kami melakukan pemulasaraan (jenazah) lapor ke Satgas Provinsi Sulsel dan dijemputnya malam Selasa sekitar jam 1 (malam) dijemput dan ini sudah 24 jam di pemulasaraan," kata Ardin Sani dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021).

"Akhirnya mayat sudah mengalami bau dan kami pihak RS berharap supaya kami RS ketika sudah dilakukan pemulasaraan cepat dilakukan proses penjemputan untuk penguburan," tambahnya.

Ardin menjelaskan, pada Sabtu (24/7) lalu, ada tiga jenazah yang ditangani. Dua di antaranya orang yang meninggal saat isolasi mandiri di rumahnya. Pihak RS Daya kemudian diberi tanggung jawab untuk melakukan pemulasaraan jenazah.

"Seharusnya setelah melewati proses pemulasaraan, jenazah segera dijemput untuk dimakamkan. Namun sayang, jenazah baru dijemput Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita," jelasnya.

Sementara itu, ada satu jenazah yang meninggal di RS Daya pada Senin (26/7) kemudian dilakukan proses pemulasaraan. Namun jenazah baru dijemput Satgas COVID-19 Sulsel pada Selasa pukul 01.00 Wita.

"Kami beberapa menghubungi media center Satgas COVID, namun kita disuruh bersabar. Karena disebutkan mereka sangat sibuk. Jenazah yang di RS Daya masuk dalam antrean 32 dari 52 jenazah yang ditangani," terang Dr Ardin.

Dia berharap respons yang lebih cepat dari Satgas COVID-19 Sulsel untuk mengambil jenazah yang ingin dimakamkan di pekuburan Macanda, Kabupaten Gowa. Jangan sampai terlalu lama di rumah sakit hingga kondisi jenazah sudah tidak baik.

Dari data yang ditemukan pihak RSUD Daya Makassar, saat ini ada 28 orang dalam penanganan COVID-19, 8 di antaranya masih menunggu hasil laboratorium, sedangkan ada 50 kamar disiapkan bagi pasien COVID-19.

(jbr/jbr)