BOR RS Rujukan Corona di Jakarta Turun Lagi Jadi 69%

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 18:53 WIB
Seorang dokter membetulkan posisi kacamata pelindung saat berada di salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Ilustrasi tempat tidur di rumah sakit. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 Jakarta kembali turun. Keterisian tempat tidur isolasi kini 69 persen, sedangkan keterisian ruang ICU 90 persen.

"Angka keterisian tempat tidur turun terus, sekarang sudah 69 persen, ICU turun menjadi 90 persen," kata Riza kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Meskipun mengalami penurunan, Riza meminta warga tetap berada di rumah dan mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Terutama untuk anak-anak di bawah 9 tahun beserta lansia yang rentan terpapar virus Corona.

"Mohon dukungan dan partisipasi, kontribusi masyarakat untuk mendukung dengan cara tetap berada di rumah tidak diperkenankan keluar rumah kecuali yang penting, apalagi anak-anak di bawah 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun," ujar Riza.

Selain itu, Riza menyampaikan, di masa perpanjangan PPKM level 4 ini, ada penyesuaian aturan makan di tempat, seperti warung makan dan PKL. Riza meminta para pelaku usaha mematuhi aturan tersebut dan bertanggung jawab terhadap prokes COVID-19.

"Di beberapa unit seperti PKL, rumah makan, lain-lain lain yang meminta tetap laksanakan protokol kesehatan secara disiplin, secara ketat dan secara bertanggung jawab," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, BOR di RS rujukan Corona di DKI kini sebesar 73 persen pada Senin (27/7) kemarin. Riza meminta masyarakat melaksanakan protokol kesehatan ketat dan berada di rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak.

Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan sekitar 42 ribu pasien COVID-19 menjalani perawatan COVID-19. Sebanyak 29 ribu di antaranya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Kalau kita perhatikan data datanya kita menyaksikan bahwa masih ada lebih dari 29.000 orang di Jakarta yang masih menjalani isolasi mandiri," kata Anies kepada wartawan.

Anies kemudian membeberkan 10 ribu pasien lainnya dirawat di rumah sakit penanganan COVID-19 di Jakarta, baik di ruang isolasi maupun ICU. Selain itu, 3.900 pasien dirawat di Wisma Atlet.

Tonton video 'Corona RI Per 27 Juli: 2.069 Kematian, 47.128 Pasien Sembuh':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)