Cek Bansos di Pekalongan, Risma: Ada Masalah di Sembako

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 18:19 WIB
Mensos Tri Rismaharini di Pekalongan
Foto: Robby Bernardi
Pekalongan -

Menteri Sosial Tri Rismaharini berkunjung ke Kota Pekalongan. Mensos melakukan cek langsung keluarga penerima manfaat di Wilayah Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Hasilnya, Tri Rismaharini, menemukan masalah pada paket bantuan sosial berupa sembako.

Paket yang diterima dinilai kurang dari nilai paket yang seharusnya yakni Rp 200 ribu. Satu Paket yang dibagikan berisi beras, telur, daging ayam, bawang dan cabai tersebut mempunyai nilai selisih kurang dari Rp 200 ribu.

"Memang ini ada masalah di bagian sembako, dimana penerima manfaat ini, ini bukan hanya di sini, termasuk di berbagai daerah yang saya kunjungi, menurut saya ada ketidaksesuaian yang seharusnya diterima Rp 200 ribu dengan barang yang diterimanya," katanya, Selasa (27/7/2021).

Menurut Risma, diakui perpaket seharusnya bernilai Rp 200 ribu. Namun, setelah dilakukan penghitungan dari barang yang diterima, tidak senilai Rp 200 ribu.

"Perpaket senilai dua ratus ribu bantuanya, cuman kan kalau hitung di berbagai daerah tidak senilai itu ( Rp 200 ribu). Kalau sekarang dia (penerima manfaat) tidak tahu dia menerima berapa. Saat ditanya, apalagi yang tua-tua itu, dia menerima berapa tidak tahu, tahunya menerima beras tapi tidak tahu nilainya," ungkap risma.

"Kalau disini ada selisih harga. Lha kalau menurut saya, selisihnya lumayan," tambahnya.

Padahal menurutnya, penerima manfaat semestinya bisa menentukan bahan apa saja yang dinginkan, tidak ditentukan oleh seseorang begitu saja. Bahkan, pihaknya akan merubah sistemnya, agar warga juga bisa belanja sesuai dengan keinginannya, dimanapun juga, tidak terpatok pada satu e-warung saja. Risma tegaskan, e-warung akan bersaing dengan warung-warung lainnya.

"Ya nanti e-warung akan bersaing dengan warung biasa, ya kita juga tidak akan membubarkan siapa-siapanya, hanya saja harganya akan bersaing dengan warung biasa, karena PM (penerima manfaat) memilih sesuai dengan belanjanya," ungkap Risma.

"Aturannya sama begitu jelas. Tidak boleh memaketkan dan lain sebagainya, sehingga, misalkan penerima manfaat tidak bisa makan telur karena alergi, dia bisa beli daging. Nah kedepan dia bisa belanja diamanapun, dengan teknologi yang sudah di siapkan," jelasnya.

Pihaknya sendiri mengaku dapat bantuan dari Bank Indonesia dan dibantu pengawasannya oleh OJK, untuk bagaimana menggunakan alat yang bisa digunakan untuk penerima manfaat untuk belanja dimanapun.

"Jadi penerima manfaat dia yang menerima bantuan bisa belanja di mana saja dan dia bisa memilih kebutuhanya apa. Sedang kita pikirkan, yang jelas nanti bentuknya, dia akan tahu menerima berapa," jelasnya.

(ega/ega)