Pemakaman COVID-19 di Cilegon 'Dipalak' Rp 4 Juta, Polisi Periksa 3 Orang

M Iqbal - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:29 WIB
Kapolrs Cilegon AKBP Sigit Haryono
Kapolrs Cilegon AKBP Sigit Haryono (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Polisi memeriksa 3 saksi terkait 'pemalakan' pemakaman jenazah COVID-19 di permakaman Makam Balung, Cilegon. Ketiga saksi tersebut terdiri dari penjaga makam hingga ketua RT setempat.

"Untuk soal Makam Balung yang pertama, atas informasi tersebut Polres Cilegon melalui Satreskrim melakukan pendalaman dan permintaan keterangan, sekitar 3 orang dimintai keterangan di antaranya Pak RT, penjaga makam dan saksi lain tentang kebenaran tersebut," kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/7/2021).

Usai diminta keterangan, ketiganya membenarkan ada biaya pemakaman Rp 4 juta bagi korban COVID-19 yang akan dikuburkan di Makam Balung. Hasil keterangan sementara, pemakaman Makam Balung awalnya tidak diperuntukkan bagi korban COVID-19.

"Bahwa makam balung milik yayasan makam balung bukan TPU milik pemerintah. Setelah dimintai keterangan bahwa ada info untuk masyarakat yang akan menguburkan ada biaya Rp 3,5-4 untuk biaya pemakaman," kata dia.

Polisi secara maraton akan memeriksa dan mengumpulkan bukti atas perkara tersebut. Sejauh ini, polisi belum menentukan apakah ada unsur pidana dalam peristiwa 'pemalakan' tersebut.

"Tim masih melaksanakan pendalaman dan permintaan keterangan terkait apakah betul uang itu sesuai tarifnya dan lain-lain. Setelah ketemu semuanya mungkin disertai bukti-bukti akan kita kumpulkan sehingga akan kita lakukan gelar apakah terdapat unsur tindak pidana atau tidak," kata dia.

Jika tidak ditemukan unsur pidana, polisi akan mengimbau agar biaya pemakaman tidak memberatkan keluarga jenazah.

"Kalau ditemukan unsur tindak pidana kita akan lanjutkan kalau bukan tentunya menurut standar masyarakat Cilegon biaya sebesar itu apakah terlalu besar. Kalau terlalu besar kita imbau untuk tidak memberatkan karena di masa pandemi seperti ini kan masyarakat sedang kesulitan," ujarnya.

(bal/maa)