PPKM Level 3, Seluruh Wisata Alam di Malino Gowa Tutup hingga 2 Agustus

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:05 WIB
Gowa -

Pemkab Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menutup seluruh kawasan wisata alam di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa. Penutupan ini menyusul PPKM level 3 di Kabupaten Gowa.

"Penutupan seluruh titik wisata di Malino diberlakukan sejak PPKM pertama (mikro), diperpanjang lagi kemarin sampai 2 Agustus," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Gowa Arifuddin Saeni kepada detikcom, Selasa (27/7/2021).

Menurut Arifuddin, penutupan tersebut bisa saja berlanjut apabila pemerintah pusat kembali memperpanjang PPKM pada 2 Agustus 2021.

"Kalau misalnya pemerintah pusat masih melakukan perpanjangan PPKM, kita juga tetap ikut. Artinya, tempat-tempat wisata tidak dibuka," kata Arifuddin.

Sementara itu, Camat Tinggimoncong Iis Nurismi mengungkapkan ada beberapa spot wisata alam di Malino yang ditutup, yakni Camp Lembanna, Hutan Pinus, air terjun Takapala, Danau Tanralili, dan beberapa spot wisata buatan.

"Tempat wisata ditutup, yang berbau tempat wisata ditutup," ucap Iis dalam wawancara terpisah.

Dia mengatakan penutupan wisata alam di Malino tak terlepas dari potensi kerawanan penularan COVID-19 di kawasan wisata. Hal ini dapat diperparah kawasan wisata Malino yang memang populer di Sulawesi Selatan.

"Karena memang di tempat yang memicu berkumpulnya orang banyak itu kan yang menimbulkan kerawanan," katanya.

Kendati demikian, penutupan kawasan Malino tak berlanjut ke penutupan area penginapan, seperti vila dan hotel. Namun Iis menyebut penutupan seluruh kawasan wisata secara otomatis mengurangi tamu penginapan hingga di bawah 50 persen sehingga risiko penularan kecil.

"Nah, kalau penginapan dan hotel, itu tentunya berbeda dengan tempat wisata. Tempat wisata yang dimaksud di sini itu adalah tempat wisata alam maupun wisata buatan, seperti itu," pungkas Iis.

Pemkab Gowa resmi memberlakukan PPKM level 3 di wilayahnya melalui Surat Edaran PPKM Level 3 Nomor: 443/188/TAPEM ini diteken Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL, Senin (26/7). PPKM level 3 Gowa berlaku selama sepekan hingga 2 Agustus 2021.

Salah satu yang diatur ialah kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) dihadiri paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu, Pemkab Gowa juga melarang kegiatan rapat, seminar, dan pertemuan yang digelar secara luring.

Jam Operasional Pasar-Restoran Selama PPKM Level 3 Gowa

Selama PPKM Level 3, Pemkab Gowa hanya membolehkan pasar dan minimarket di wilayahnya beroperasi hingga pukul 17.00 Wita.

Untuk toko kelontong, dalam hal ini toko kecil yang umumnya mudah diakses dan bersifat lokal, beroperasi sampai pukul 22.00 Wita.

Warung makan, rumah makan, restoran, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan dibolehkan buka, melayani makan/minum di tempat. Tapi pada pelaksanaannya, pihak pengelola diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan ketentuan:
1. Makan/minum di tempat sebesar 25% dari kapasitas,
2. Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 19.00 Wita,
3. Untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 22.00 Wita.

Tempat Ibadah Boleh Buka tapi Jemaah Dibatasi

Rumah ibadah, seperti masjid dan gereja, dibolehkan buka selama PPKM level 3, tapi jumlah jemaah yang hadir saat kegiatan ibadah hanya 25 persen dari kapasitas ruangan dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

(hmw/jbr)