Jejak Faldo Maldini: Ketua BEM UI, dari PAN ke PSI, Kini Stafsus Menteri

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 10:15 WIB
Faldo Maldini
Faldo Maldini (Ari Saputra/detikcom)

3. Pindah partai dari PAN ke PSI

Pada 2018, Faldo menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN). Sebagai Wasekjen, tugas Faldo antara lain meliputi koordinasi dengan DPW dan DPC di daerah.

Pada 2019, Faldo Maldini memutuskan pindah dari PAN dan bergabung ke PSI. Alasannya, ia merasa dibantu oleh PSI saat menggugat UU Pilkada terkait batas usia calon kepala daerah.

"Awalnya, saya apresiasi karena teman-teman PSI, terutama Rian Ernest dan tim, dukung saya untuk gugat UU Pilkada terkait batas usia. PSI bantu kuasa hukum dan juga ikut menggugat. Kami percaya UU tersebut diskriminatif," ujar Faldo dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

4. 'Perang' Twitter dengan Addie MS

Faldo Maldini perang Twitter dengan musisi Addie MS di Twitter. Hal ini berawal dari cuitan Addie MS yang menyinggung soal 'editan poster mobil'.

Tweet itu dicuitkan Addie MS pada Jumat (1/2/2019). "Lagi rame hoax editan poster mobil yang nutupin wiper mobil ya? Itu maksudnya gimana sih? *kepo*," tulis Addie MS tanpa menyebut siapa yang dia singgung.

Netizen kemudian ada yang membalas cuitan Addie MS itu sambil me-mention Faldo. "Bang @FaldoMaldini diomongin sama musisi beken Addie MS nih. Jawab doong," tulis netizen tersebut.

Faldo lalu membalasnya dengan retweet. Dia mengaku tidak kenal Addie MS.

"Siapa Bapak @addiems? Lagu beliau yang mana? Orang kampung saya hapalnya lagunya Bang Haji Rhoma Irama. Mohon pencerahan," jawabnya.

Cuitan Faldo ini langsung ramai dibalas lagi oleh netizen. Hingga akhirnya, Addie MS sendiri yang menjawabnya dengan santai.

"Saya? Saya bukan siapa2, nak. Hanya pengamen biasa. Sukses selalu ya, nak," cuit Addie MS.

Faldo lalu kembali membalas cuitan Addie MS. "Semangat terus, Bapak, menghibur masyarakat Indonesia. Kalau ngamen di Kab. Bogor, kabari ya, InsyaAllah saya samperin. 😉" katanya.

5. Disorot soal pernyataan 'BEM UI Berpolitik'

Faldo Maldini sedang disorot gegara pernyataan soal 'BEM UI berpolitik'. Debat Faldo Maldini dengan anggota DPR Fadli Zon di salah satu program televisi makin menambah keriuhan ini.

Faldo Maldini mulanya menyatakan apa yang dilakukan BEM UI dengan mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) ialah hal biasa. Universitas Indonesia, kata Faldo, selama ini menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan adu argumen merupakan kultur yang selama ini terjaga antara dosen dan mahasiswa.

Lalu Faldo menyebut pemanggilan kampus UI terhadap BEM UI juga bagian dari diskusi dan dia menyebut UI tidak boleh menghukum orang yang sedang berpolitik.

Pernyataan Faldo ini ramai diperbincangkan. Debat Faldo Maldini dengan Fadli Zon soal politik BEM UI bikin nama juru bicara PSI ini trending di Twitter. Faldo memberi penjelasan.

"Makanya, baca tanggapan saya sampai habis. BEM UI kan sedang berpolitik, berarti siap untuk ditolak, tapi juga bisa dapat dukungan di kalangan UI sendiri dan di luar UI. Jadi biasa saja, orang tidak setuju dengan kritiknya, bukan berarti otoriter dan membungkam juga atau tidak peduli masalah negara ini. Ini loh yang saya tolak, seolah kita harus setuju semua biar dibilang peduli," kata Faldo, Rabu (30/6/2021).

Faldo menyebut, jika ada yang tidak bersimpati, bukan berarti tidak peduli terhadap bangsa ini. Masalah konten BEM UI disebut Faldo Maldini hal biasa dan sudah banyak dibicarakan di media sosial.

"Kritik Fadli Zon sama Rocky Gerung jauh lebih sadis, ya semuanya baik-baik saja. Artinya, demokrasi kita lagi berjalan dengan baik," ujar Faldo.

Faldo mengaku siap pasang badan jika BEM UI dihukum gara-gara kritik. Faldo mengatakan belum pernah kejadian di UI, setidaknya di zaman dia menjadi ketua BEM, orang dihukum gara-gara berpolitik.


(eva/tor)