Polisi Usut Pasien COVID di Sumut Viral Dianiaya, Ternyata Mau Tulari Warga

ADVERTISEMENT

Polisi Usut Pasien COVID di Sumut Viral Dianiaya, Ternyata Mau Tulari Warga

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 19:27 WIB
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)
Seorang pria asal Toba, Sumut, dianiaya warga di kampungnya karena positif COVID-19. Korban sempat diikat, dipukul, hingga diasingkan. (Screenshot video viral)

Bupati Bantah Ada Penganiayaan

Bupati Toba, Poltak Sitorus, memberikan penjelasan soal peristiwa itu. Dia mengatakan Salamat tidak dianiaya, melainkan diamankan karena lari saat menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan Pak Salamat Sianipar ini," kata Poltak Sitorus, Sabtu (24/7).

Kepala Desa Pardomuan, Toba, Timbang Sianipar, mengatakan pihaknya melakukan isolasi mandiri kepada korban bernama Salamat Sianipar di lokasi yang sudah disetujui oleh pihak keluarga. Kebutuhan Selamat saat isolasi juga sudah dipenuhi pemerintah desa.

"Beras 1 karung, telur 1 papan, dencis 2 kaleng, garam, minyak goreng, sabun mandi, sudah kami siapkan untuk Saudara Salamat Sianipar," ucap Kades Pardomuan.

Ternyata Coba Tulari Warga

Istri Salamat, Risma Sitorus, mengatakan warga terpaksa melakukan hal itu kepada suaminya. Sebab, suaminya mencoba menularkan virus Corona kepada keluarga dan warga yang ada di kampung itu.

"Karena mencoba menularkan virus COVID-19 kepada keluarga dan warga, suamiku itu pun terpaksa diamankan," kata Risma, Minggu (25/7).

Dia mengatakan Salamat awalnya menjalani isolasi mandiri di lokasi yang disiapkan pemerintah desa. Namun suaminya berulang kali pulang ke rumah.

"Pada Kamis (22/7), sekira pukul 17.00 WIB, suamiku keluar dari rumah sembari meludahi tangannya mencoba menyentuh warga yang berada di dekat dengan berteriak dirinya tidak terpapar COVID-19," katanya.

Risma menyebut warga mencoba mengamankan suaminya. Untuk menjaga jarak, warga menggunakan kayu hingga bambu.

"Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankannya karena takut tertular COVID-19," tuturnya.

Di hari berikutnya, Salamat kembali datang ke desa. Warga kembali mencoba mengamankan Salamat dengan menggunakan kayu dan bambu untuk menjaga jarak.

"Kemudian Salamat Sianipar berhasil diamankan lalu diantarkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Porsea. Namun, pada malam harinya, ia kembali kabur dari rumah sakit," ungkapnya.

Risma mengatakan Salamat kembali diamankan pada Sabtu (24/7). Warga yang mengamankan kembali mengantarkan Salamat ke RSUD.


(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT