Aliansi Strategis Rusia dan Islam
Senin, 27 Mar 2006 06:17 WIB
Jakarta - Aliansi strategis Rusia-dunia Islam akan terbentuk menyusul pertemuan dua hari sejumlah tokoh Rusia dengan 15 tokoh dari berbagai negara Islam di Moskow mulai tanggal 27 hingga 28 Maret 2006 mendatang. Aliansi strategis ini merupakan prakarsa Pemerintah Federasi Rusia yang melihat dunia Islam sebagai kekuatan dunia yang signifikan yang dapat menjadi mitra bagi perwujudan tatanan dunia baru yang damai, adil, beradab. "Pertemuan diharapkan semakin menegaskan perlunya dialog serta kerjasama antar-peradaban secara konkrit," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, sebagai wakil dari Indonesia, dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (27/3/2006).Din menandaskan, aliansi ini sangat potensial menjadi kekuatan penentu bagi arah perkembangan peradaban dunia menyusul kerusakan dunia yang disebabkan hegemoni dunia barat selama ini. Din mengharapkan pertemuan dua hari ini akan melahirkan komunike bersama yang antara lain menegaskan bahwa terorisme harus diberantas tanpa menggunakan cara-cara teror itu sendiri. Di antara negara-negara Islam yang terwakili adalah Mesir, Pakistan, Iran, Aljazair, Bangladesh, Kuwait, Jordan, Uni Emirat Arab, Tunisia, Yaman, Uzbekistan, Tajikistan, Karzakastan, Kirgistan, dan Indonesia yang diwakili Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Dari Rusia sendiri dipimpin oleh mantan PM E.M. Primakov.Sidang juga akan mendeklarasikan pembentukan sebuah Aliansi Peradaban (Alliance of Civilizations) dan akan mengusulkan kepada PBB untuk membentuk Dewan Peradaban (Council of Civilizations).
(ddn/)











































