1 Pendemo di Kantor Walkot Tangsel Reaktif COVID, Diminta Pakai APD

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 17:54 WIB
1 Peserta demo reaktif COVID-19 di Tangsel dipakaikan APD, Senin (26/7/2021).
Satu peserta demo reaktif COVID-19 di Tangsel dipakaikan APD. (Rakha/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi melakukan tes swab antigen kepada puluhan pendemo yang diamankan dari depan kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Jl Maruga, Ciputat. Salah satu peserta aksi diketahui reaktif COVID-19.

"Kami lakukan swab antigen dan terdapat hasil yang reaktif di antara mereka tersebut," ujar Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Pantauan detikcom di Polres Tangerang Selatan pukul 14.50 WIB, para peserta aksi yang diamankan tadi dikumpulkan. Mereka selanjutnya di-swab antigen.

Salah satunya reaktif COVID-19 dan diminta memisahkan diri. Selanjutnya, peserta aksi tersebut diminta menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) dan disemprot cairan disinfektan oleh petugas.

Sebelumnya mereka diamankan saat menggelar demo di depan kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Jl Maruga, Ciputat. Demo tersebut langsung dibubarkan.

Iman menjelaskan pihaknya telah menawarkan fasilitas agar perwakilan massa saja yang menyampaikan aspirasinya. Namun, massa tetap bersikeras tetap menggelar aksi.

Polisi kemudian membubarkan massa untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 akibat kerumunan yang timbul saat aksi.

"Ada 30 orang yang memaksa berkerumun membuat aksi, kami sudah tawarkan solusi dengan memfasilitasi untuk perwakilannya menyampaikan aspirasi dengan Walikota. Namun mereka memaksakan kehendak melakukan aksi sehingga kami mengambil langkah preventif agar tidak terjadi penyebaran COVID," jelasnya.

Iman juga sempat bertanya-tanya kepada para pendemo yang mengaku mahasiswa itu.

"Ada yang semester 7 dan 8, bukannya mengerjakan skripsi tapi malah menggelar aksi," ucap Iman.

Iman kemudian menasihati para pendemo. Mereka diminta memahami situasi COVID yang angka kasusnya sedang tinggi.

"Kalian ini sekali-kali harus berkunjung Rumah Lawan COVID, nanti kalian lihat gimana susahnya orang sakit lawan COVID. Tapi kalian di sini malah berkumpul," ujar Iman.

(mea/fjp)