Badai Hantui Warga Palembang
Minggu, 26 Mar 2006 19:16 WIB
Palembang - Selama sepekan ini banjir kembali melanda Palembang. Tapi, masyarakat lebih khawatir akan terjadinya serangan badai atau angin puting beliung. Kekhawatiran cukup beralasan karena hampir setiap malam hujan disertai angin dan petir menghiasi langit kota Palembang. Bahkan, hampir setiap malam puluhan pohon ukuran sedang roboh akibat diterjang angin. "Batang (tanaman) ubi kami banyak roboh. Pohon nangka di tepi jalan juga roboh. Ngeri nian angin semalam," kata Perdamaian, warga Sekojo, Palembang, Minggu (26/3/2006). Sementara rumahnya yang dulunya kawasan rawa-rawa yang ditimbun juga sudah sepekan ini mengalami banjir. "Ya, banjir ini sudah biasa. Tapi, aku nih takut kalau rumah sampai roboh karena angin puting beliung," katanya. Kekhawatiran Perdamaian cukup beralasan. Sebab saat ini ketinggian Sungai Musi sudah mencapai 2,7 meter dari permukaan biasa. Sementara banjir yang rata-rata setinggi 15-30 centimeter terjadi di sejumlah pemukiman di Jalan Abdul Rozak, Jalan R Sukamto, Jalan Sudirman, Jalan Bambang Utoyo, Jalan DI Panjaitan. Sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Suyatim mengatakan kepada pers turunnya hujan di penghujung Maret ini merupakan penyimpangan musim yang disebut kemarau di musim penghujan. Penyebabnya karena ITCZ (Inter Tropical Conpergensi Zone) atau pertemuan angin antar tropis yang posisinya di selatan. "Harusnya, curah hujan level 300 milimeter itu terjadi Februari. Tapi, karena pengaruh ITCZ itu, baru Maret terjadi. Ini harus diwaspadai," jelasnya. Pemerintah Palembang sendiri saat ini telah menyiagakan kembali posko banjir yang sudah dibentuk sebelumnya, yakni posko di PU Pengairan, Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos), Dinas Kebersihan dan Pemakaman. Menurut Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Afriadi S Busri, pihaknya meminta para camat dan lurah untuk waspada serta aktif melakukan pengawasan terhadap wilayahnya masing-masing selama 24 jam.
(ddn/)











































