Pensiun Tak Dibayar, Ratusan Karyawan PTDI Geruduk Jakarta
Minggu, 26 Mar 2006 14:09 WIB
Bandung -
Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan PT Dirgantara Indonesia (SPFKK-PTDI) berkonvoi ke Jakarta untuk menuntut hak dana pensiun yang belum terbayarkan. Dana pensiun yang semestinya dibayar sekitar Rp 200 miliar untuk 3.500 karyawan. Berdasarkan keputusan P4P pada 29 Januari 2004 dan diperkuat oleh keputusan Pangadilan Negeri Bandung pada 14 Januari 2005, yakni memberikan hak pensiun dalam kurun waktu 3 tahun. Namun kenyataannya hingga kini belum diberikan. Padahal sebelumnnya Menneg BUMN Sugiharto sudah memberikan jaminan hak pensiun akan dibayarkan.Ketua SPFKK PTDI Arif Minardi Tugu Hussein Sastranegara, Jalan Pajajaran, Bandung, Minggu (26/3/2006) mengatakan, mereka terpaksa datang lagi ke Jakarta karena pemerintah belum memenuhi janjinya.Para eks karyawan PTDI itu rata-rata ke Jakarta dengan menggunakan sepeda motor dan mobil. Ini merupakan konvoi terbesar ke Jakarta untuk ke-18 kalinya.Konvoi ini akan melawati jalur Cimahi-Cianjur-Puncak-Ciawi-Bogor-Depok dan Ragunan. Mereka akan beristirahat di bumi perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan. Diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB peserta konvoi tiba di bumi perkemahan Ragunan.Selanjutnya pada Senin pagi 27 Maret mereka akan konvoi menuju kantor Menneg BUMN, MA, Istana Negara dan DPR RI. Sebelumnya Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung juga telah mengeluarkan keputusan sita eksekusi dengan penetapan nomor 325/PDT/DEL/2005/PN Bandung yang menyebutkan aset PTDI berupa tanah dan bangunan sudah disita karena hak pensiun itu sudah melewati 3 tahun.Bahkan kuasa hukum SPFKK PTDI Dindin S Maulani sudah melakukan pemberitahuan melalui media massa pada 4 Maret lalu tentang sita eksekusi aset PT DI oleh PN Bandung. "Kalau pejabat negara sudah tidak bisa memberikan janjinya, pada siapa kami harus berpegang. Ya kita cukup bersabar saja sekarang ini," ujar Arif Minardi.Peserta konvoi kendaraan ini meninggalkan kota Bandung sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka juga membawa berbagai spanduk di antaranya bertuliskan, "Awas Bom Pengangguran Intelektual," dan "Bayar Dana Pensiun Kami". Rencananya peserta konvoi ini akan bertahan di Jakarta hingga tuntutan mereka dipenuhi atau setidaknya sampai Kamis 30 Maret 2006.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































