Visa Warga Papua
Boikot Ancam Produk Australia
Minggu, 26 Mar 2006 13:13 WIB
Jakarta - Tindakan Australia yang memberikan visa izin tinggal selama 3 tahun terhadap 42 orang warga Papua yang minta suaka terus menuai kecaman. Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan mengampanyekan gerakan memboikot produk negeri kangguru itu. "Ansor akan mengajak masyarakat untuk memboikot semua produk dan hal-hal yang terkait dengan Australia, bahkan kita datangi Dubes," kata Sekjen GP Ansor Malik A. Haramain.Malik menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (26/3/2006).Menurut GP Ansor, tindakan Australia telah melecehkan dan merendahkan martabat bangsa Indonesia. GP Ansor minta Australia mencabut visa sementara warga Papua itu."Kita minta pemerintah Australia mencabut pemberian visa kepada 42 orang tersebut. Kalau tetap ngotot, pemerintah RI harus menghentikan seluruh aktivitas kerjasama dan memutus hubungan diplomatik sementara dengan Australia," kata Malik.Menurut Malik, pemerintah harus berani bertindak tegas atas sikap Australia ini dengan memanggil duta besar RI di Australia dan memulangkan Dubes Australia di Indonesia karena ini menyangkut harga diri dan kedaulatan NKRI.Jika pemerintah tak berani bersikap tegas, Indonesia akan terus dilecehkan di mata dunia internasional."Ini momen yang pas untuk menunjukkan Indonesia adalah negara berdaulat, sekali-kali kita tunjukkan pada Australia agar tak sewenang-senang terus. Kalau pemerintah terlalu lembut akan menjadi preseden," tambah Malik.GP Ansor juga minta pemerintah mengadukan Australia ke Mahkamah Internasional karena telah melakukan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia. Menurut Malik, pernyataan Perdana Menteri Australia John Howard yang mendukung eksistensi NKRI hanya lips service."Kita juga minta pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan diplomasinya untuk membendung gerakan-gerakan masyarakat di luar negeri yang menginginkan lepasnya Papua dari NKRI," tandas Malik.
(iy/)











































