Polisi di Parigi Moutong Sulteng Beri Edukasi Manfaat JKN-KIS ke Warga

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 14:05 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Sabri (41) mengedukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ke tetangganya. Upaya ini diharapkan dapat meringankan biaya pengobatan saat membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Sabri mengaku prihatin melihat banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya jaminan kesehatan. Padahal menurutnya hal tersebut penting sebagai langkah antisipasi apabila anggota keluarga tiba-tiba jatuh sakit terlebih di tengah kondisi saat ini.

"Saya menyaksikan sendiri tetangga saya yang dirawat di rumah sakit membayar secara tunai karena belum menjadi peserta JKN-KIS. Tetangga saya didiagnosa komplikasi jantung dan diabetes melitus, dirawat selama 6 hari di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan biaya yang dibayarkan kurang lebih Rp 15 jutaan. Padahal jika memiliki kartu JKN-KIS biayanya akan sepenuhnya ditanggung sesuai hak kelas perawatannya," ujarnya Sabri dalam sebuah keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut Sabri mengatakan dia juga memberikan edukasi dengan menjadi peserta JKN-KIS akan meringankan biaya pengobatan, terutama bagi penyakit kronis yang mengharuskan kontrol secara rutin. Selain itu menurutnya, saat pendaftaran sebagai peserta mandiri juga dapat memilih hak kelas perawatan sesuai kemampuan. Setelah mendapat edukasi, kini tetangganya bersedia mendaftar sebagai peserta JKN-KIS.

"Sekarang sudah bagus, jika sakit cukup bawa kartu JKN-KIS ke fasilitas kesehatan, kita langsung terlayani. Sebelum Polri bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, apabila anggota polisi sakit, harus ke rumah sakit milik Polri saja baru terlayani. Tapi untuk sekarang, kami dapat ke rumah sakit mana pun yang terdekat dari tempat tinggal apabila tiba-tiba harus dirawat," terangnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk rutin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya sekalipun masih diberikan kesehatan. Sebab sakit bisa datang tanpa direncanakan dan dengan prinsip gotong royong, iuran yang kita bayarkan dapat digunakan oleh orang lain yang membutuhkan serta akan menjadi amal ibadah.

(prf/ega)