Menkes: Ada Orang Sehat Beli 'Obat COVID' Taruh di Rumah, Kasihan yang Sakit

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 14:01 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengetahui ada orang-orang sehat yang sengaja membeli obat terapi COVID-19. Mereka tidak membutuhkan obat itu, tapi mereka sekadar beli untuk ditaruh di rumah sebagai stok. Sementara mereka menyetok obat, ada banyak orang sakit yang membutuhkan obat itu.

"Karena, saya juga melihat dan saya takut banyak orang kemudian beli sendiri dan ditaruh di rumah karena takut," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin lewat keterangan pers via kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021).

Budi menyebut tiga jenis obat Gammarraas, Actemra, dan Remdesivir. Tiga obat itu hanya bisa digunakan lewat penyuntikan yang cuma bisa dilakukan di rumah sakit. Tak ada gunanya menimbun obat itu di rumah. Obat Azitromisin (Azithromycin) juga termasuk tak perlu distok di rumah.

"Bapak/ibu, kasihan yang sakit. Kalau kita sebagai orang yang sehat pengin menyimpan obat, bayangkan 20 juta keluarga menengah pengin beli Azitromisin 1 paket 5 tablet itu, 100 juta obat akan tertarik dari apotek dan disimpan di rumah sebagai stok," tutur Budi.

Dia mengimbau masyarakat agar menghentikan perilaku membeli obat semacam itu. Obat-obat itu sangat diperlukan oleh orang-orang yang dirawat karena COVID-19. Pemakaian obat-obat itu juga tidak bisa sembarangan dan harus dengan resep dokter.

"Kami minta tolong agar biarkan obat ini dibeli oleh orang-orang yang membutuhkan, bukan dibeli sebagai stok. Kasihan teman-teman yang membutuhkan," kata Budi.

Simak video 'Menkes Amankan Stok Azitromisin hingga Favipiravir di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/imk)