Siswono: Banyak Tangan Kotor Perkeruh Konflik Papua
Minggu, 26 Mar 2006 11:21 WIB
Jakarta - Mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudhohusodo menyatakan, ada tangan-tangan kotor yang ikut memperkeruh dan bermain-main dalam konflik di Papua. Pemerintah diminta ekstra hati-hati dalam bersikap."Di Australia ada tangan-tangan kotor yang bermain soal Papua. Bisa unsur negara bisa bukan negara, bisa juga intelijen-intelijen mereka yang bermain," kata Siswono kepada detikcom di sela Kongres Alumni GMNI di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (26/3/2006).Menurut Siswono, untuk mengatasi semua itu pemerintah harus mengerahkan seluruh kekuatan diplomasinya. Pemerintah juga harus serius memperhatikan kesejahteraan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat Papua."Kita perlu membangun ketertinggalan di Papua. Tumbuhkan rasa nasionalisme rakyat Papua tentu dengan dibantu total diplomacy," imbuhnya.Terkait penuntutan warga agar PT Freeport ditutup, Siswono meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil kebijakan, karena bisa jadi tuntutan tersebut adalah desain dari intelijen AS untuk memberikan justifikasi atas tekanan AS terhadap Indonesia."Kita harus hati-hati kalau masalah itu karena AS sangat pandai. Kita harus tetap menghargai semua kesepakatan internasional," terangnya.Meski demikian dirinya setuju perilaku PT Freeport yang merusak lingkungan harus diperhitungkan dengan memperbaiki dan melakukan kontrak ulang.Terkait banyaknya warga Papua yang akan meminta suaka ke Australia, menurut calon wakil presiden yang gagal dalam Pemilu 2004 lalu itu, tidak ada alasan bagi negara manapun yang dimintai suaka untuk memberikannya. Siswono pun meminta semua negara menghargai hubungan yang selama ini sudah terjalin baik dengan Indonesia dengan tidak memberikan suaka politik.Khusus terhadap Australia, alumni GMNI ini meminta pemerintah bersikap keras dan tegas karena hal ini bukan kasus pertama yang menyinggung perasaan dan harga diri bangsa.
(san/)











































