Kebutuhan Obat Melonjak 12 Kali Lipat, Menkes Ungkap Stok Sampai Agustus

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:51 WIB
Jakarta -

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap terjadi lonjakan kebutuhan obat sampai 12 kali lipat. Budi pun mengungkap jumlah stok obat hingga antivirus COVID-19 sampai Agustus mendatang.

"Lonjakan itu besarnya sekitar 12 kali lipat. Kami menyadari ini dan sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di gabungan pengusaha farmasi dan sudah mempersiapkan dengan mengimport bahan baku obat, perbesar kapasitas produksi, serta persiapan distribusi," ujar Budi dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Budi mengatakan lonjakan kebutuhan itu terjadi sejak 1 Juni 2021. Dia mengatakan untuk memenuhi stok obat dalam negeri dibutuhkan waktu 4-6 minggu.

"Saya sampaikan mudah-mudahan awal Agustus nanti beberapa obat yang dicari masyarakat misalnya Azithromycin, Oseltamivir, maupun Papifirafir itu sudah bisa masuk ke pasar secara lebih signifikan," katanya.

Budi juga menuturkan saat ini stok Azithromycin di Indonesia berjumlah 11,4 juta obat. Dia menyebut ada 20 pabrik dalam negeri yang nantinya akan memproduksi obat tersebut.

Sementara untuk obat Papifirafir, pemerintah memiliki stok 6 juta di seluruh Indonesia.

"Ada beberapa produsen beberapa negeri yang segera meningkatkan stork Papifirafir. Kita akan impor juga 9,2 juta dari beberapa negara mulai Agustus dan ada pabrik baru renkanan Agustus akan mulai produksi 1 juta Papifirafir setiap hari," paparnya.

Budi juga menuturkan Papifirafir akan menggantikan Oseltamivir sebagai obat antivirus. Hal itu sudah dikoordinasikan oleh dokter dan para ahli.

"Sudah mengkaji dampaknya terhadap mutasi virus Delta dan mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan Papifirafir dan diharapkan Agustus kita sudah punya kapasitas produksi dalam negeri 2 sampai 4 juta tablet per hari yang bisa penuhi kebutuhan," paparnya.

Kemudian untuk Oseltamivir pemerintah memiliki stok sampai Agustus sebanyak 12 juta.

"Karena ini akan perlahan-lahan diganti Papifirafir kita akan pertahankan stok ini," ujar Budi.

(idn/imk)