Jadi Penyintas COVID-19, Ketua DPRD Surabaya Donor Plasma Konvalesen

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 11:44 WIB
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono
Foto: dok. DPRD Surabaya
Jakarta -

Usai sembuh dari COVID-19, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono melakukan donor plasma konvalesen di Kantor PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Surabaya, Jl. Embong Ploso 7-15 Surabaya pada akhir pekan lalu. Diketahui 2 hari sebelumnya, Adi telah menjalani uji laboratorium dan dinyatakan memenuhi syarat menjadi pendonor plasma konvalesen.

"Saya bersyukur dinyatakan lolos screening, sehingga dinyatakan layak menjadi pendonor plasma. Dengan demikian, saya bisa menularkan kesembuhan, berbagi kesehatan, berbagi optimisme dan spirit kehidupan bagi penderita COVID-19," kata Adi dalam keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).

Adi mengatakan ia terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab PCR pada Selasa (8/6) lalu. Kemudian ia dinyatakan sembuh lewat 2 kali tes swab PCR yakni pada 21 Juni dan 25 Juni 2021.

"Saya mendoakan semua penderita COVID-19 diberi kekuatan, kesembuhan dan kesehatan kembali. Berbagai upaya dilakukan keluarga dan pasien untuk bisa sembuh. Termasuk menerima donor plasma konvalesen," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak para penyintas COVID-19 atau warga masyarakat yang telah sembuh yang sukarela mendonorkan plasma darahnya. Dengan begitu dapat membantu kesembuhan penderita-penderita lain.

"Ayo rek, donor plasma darah! Tidak hanya untuk teman atau keluarga. Tapi juga berbagi kesembuhan pada penderita COVID-19, tanpa diketahui asal usul dan latar belakangnya. Kita tularkan kesembuhan dan spirit kehidupan kepada mereka yang sakit," tandasnya.

Dari kegiatan donor tersebut, menurut Adi ia bisa menyerap banyak hal dari PMI Kota Surabaya. Salah satunya terkait perlunya dukungan dari banyak pihak bagi Kantor PMI Kota Surabaya.

"Saya berharap Pemerintah Kota Surabaya dan pihak mana pun, dapat memberikan dukungan tambahan alat dan kantong darah. Ini demi pelayanan misi kemanusiaan dari PMI kepada warga masyarakat, di tengah pandemi COVID-19 yang masih berkecamuk," kata Adi.

Sementara itu, Kabag Pelayanan dan Humas PMI Kota Surabaya, Martono Adi Triyogo, menyebut saat ini permintaan akan donor plasma terbilang tinggi. Namun, jumlah pendonor dan kemampuan PMI terbatas, rata-rata satu hari hanya bisa melayani 60-70 pendonor plasma darah.

"Padahal permintaan lebih dari 100 tiap harinya," kata Martono.

Lebih lanjut ia menjelaskan lembaga palang merah kini mempunyai 6 alat untuk mengambil plasma darah, sementara 2 di antaranya rusak dan tidak bisa dipakai. Sehingga yang bisa beroperasi hanya 4 alat.

"Melihat situasi COVID-19 saat ini, cukup memadai jika PMI Kota Surabaya mempunyai 8 alat yang bisa beroperasi aktif untuk mengambil plasma darah," tukasnya.

(ega/ega)