Aurel Diisolasi Sendiri di RS, Keluarga Ungkap Ortu Diusir Petugas

Trisno Mais - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 08:48 WIB
Tangkapan layar video paman Aurel, Andy Rompas saat adu muluit dengan petugas kesehatan meminta Aurel dikeluarkan dari tempat isolasi di Manado. (dok. Istimewa)
Tangkapan layar video paman Aurel, Andy Rompas, saat adu mulut dengan petugas kesehatan meminta Aurel dikeluarkan dari tempat isolasi di Manado. (Dok. Istimewa)
Manado -

Seorang bocah usia 7 tahun di Kota Manado, Sulawesi Utara, Aurel harus menjalani isolasi seorang diri di rumah sakit karena reaktif COVID-19 saat tes antigen. Orang tua Aurel yang sempat menanyakan nasib anaknya setelah dites PCR karena reaktif COVID malah diusir petugas.

Hal ini diungkapkan paman Aurel, Andy Rompas. Awalnya, pada Jumat (23/7/2021) pagi, Aurel bersama ibu dan adiknya tiba di Pelabuhan Manado setelah melakukan perjalanan menggunakan kapal laut dari Jailolo, Maluku Utara.

"Dan (Aurel beserta ibu dan adik) telah mengikuti Prokes yang ada, wajib swab antigen sebelum berangkat," kata Andy Rompas melalui pesan Whatsapp ke detikcom, Senin (26/7).

"Sampai di Manado, dapat info, bahwa semua penumpang wajib swab antigen lagi, dan hasilnya mama negatif, Aurel anak pertama reaktif, Caila (adik Aurel) anak ke-3 negatif," lanjutnya.

Karena Aurel reaktif, petugas mengarahkan agar Aurel dites PCR di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Manado. Ibu Aurel setuju dan menemani Aurel dibawa menggunakan ambulans. Sementara adik Aurel, karena masih kecil, tidak ikut di dalam ambulans dan dititipkan di tantenya.

"Sesampainya di Bapelkes (Manado), mereka diterima dengan baik dan terdengar dari salah satu petugas bahwa semua sudah sudah mengiyakan datang di Bapelkes dengan sendirinya, mengiyakan untuk tidak akan isolasi," ungkap Andy.

Namun orang tua Aurel tidak lagi mendapat kabar soal kelanjutan Aurel yang dites PCR di Bapelkes. Orang tua Aurel lantas bertanya kepada petugas.

"Suasana berubah, orang tua dari anak-anak bertanya kepada petugas karena tidak ada informasi apa-apa lagi. Karena hanya bertanya bagaimana, para orang tua itu diusir. Padahal hanya bertanya, tapi dinilai menghalangi tugas dari petugas-petugas kesehatan yang ada di situ. Kok petugas emosian?" imbuhnya.

Orang tua Aurel dan beberapa orang tua lain di Bapelkes Manado lantas tidak terima dengan sikap petugas kesehatan. Adu mulut pun terjadi yang membuat anak-anak di Bapelkes Manado menangis histeris karena takut.

"Para orang tua tidak menerima, dan terjadilah adu mulut dari pagi sampai tengah malam, dan menyebabkan anak-anak ketakutan dan menangis histeris," ungkapnya.

Pihak Bapelkes Manado sudah dimintai konfirmasi terkait peristiwa ini tapi belum memberikan komentar hingga berita ini diteruskan.

Sementara peristiwa yang diungkapkan Andy Rompas sempat terekam video dan viral di media sosial. Juru bicara Satgas COVID-19 Sulut dr Steven Dandel membenarkan video itu dan mengatakan apa yang terjadi hanya salah paham.

"Salah paham saja itu," kata Steven saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (25/7) malam.

Namun Steven enggan berkomentar lebih jauh dan menyerahkannya ke pihak Bapelkes Manado untuk memberikan klarifikasi.

"Nanti bisa klarifikasi ke dr Regina di Bapelkes," ujar Steven yang menolak berkomentar lebih jauh.

Simak juga video 'Detik-detik Pria di Tobasa Diikat-Dipukuli Gegara Positif COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/idh)