Round-Up

Kelompok Provokator Jokowi End Game Dideteksi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 06:23 WIB
Situasi terkini di kawasan Istana Negara dan Glodok, tak ada massa demo Jokowi End Game, Sabtu (24/7/2021).
Situasi di Jakarta Saat Ada Seruan Demo Jokowi End Game (Foto: Dok.detikcom)
Jakarta -

Seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' yang ramai di media sosial nyatanya tak terbukti. Pemerintah telah mendeteksi kelompok provokator yang memperkeruh situasi untuk menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur.

Seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' sedianya dilakukan pada Sabtu (24/7/2021). Namun aksi yang rencananya diisi dengan long march dari Glodok sampai Istana Negara tidak terjadi.

Menko Polhukam Mahfud Md sempat menanggapi soal seruan demo yang bergema di media sosial. Mahfud menyoroti 'kelompok tak murni' yang ingin memanfaatkan situasi.

"Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi," kata Mahfud Md dalam konferensi pers terkait situasi politik dan keamanan, disiarkan kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Sabtu (24/7).

Mahfud menjelaskan kelompok murni ini bertolak belakang dengan kelompok tak murni. Kelompok murni ini menyerukan aspirasi karena mereka terdampak kebijakan pandemi COVID-19, sedangkan kelompok tidak murni menyerukan provokasi untuk menyerang pemerintah.

"Apapun yang diputuskan pemerintah itu diserang. Ada yang seperti itu. Kita harus hati-hati karena kelompok yang seperti ini kelompok yang tidak murni, selalu provokasi dan menyatakan kebijakan pemerintah selalu salah," kata Mahfud.

Mahfud menegaskan pada prinsipnya pemerintah terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Penyaluran aspirasi di kala pandemi COVID-19 menurutnya sebaiknya disampaikan lewat jalur yang sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

"Seperti misalnya melalui virtual meeting, webinar, dialog-dialog di televisi, happening art yang menjaga protokol kesehatan, melalui media sosial, dan sebagainya," kata Mahfud.

BIN Deteksi Kelompok Provokator

Pernyataan hampir serupa disampaikan Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto. Wawan menyebut ada kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan untuk sengaja memprovokasi rakyat untuk berdemo di tengah situasi pandemi saat ini.

Wawan awalnya membahas terkait unjuk rasa yang memang dilindungi oleh konstitusi namun sangat berbahaya jika dilakukan di tengah situasi saat ini.

"Demonstrasi atau unjuk rasa merupakan bagian dari penyampaian aspirasi yang dilindungi oleh konstitusi. Namun demikian, aksi demonstrasi di masa pandemi COVID-19 sangat berbahaya dan tidak mencerminkan jiwa patriotis karena negara dan seluruh elemen bangsa saat ini sedang berperang melawan penyebaran virus Corona," kata Wawan, saat dihubungi, Minggu (25/7).

Lihat video 'Mahfud: Demo 'Jokowi End Game' Tidak Ada, Provokatornya Kita Temui':

[Gambas:Video 20detik]