Rusia Bantah Beri Info Militer AS ke Saddam Hussein

Rusia Bantah Beri Info Militer AS ke Saddam Hussein

- detikNews
Sabtu, 25 Mar 2006 23:54 WIB
Moskow - Rusia membantah memberi informasi kepada mantan pemimpin Irak Saddam Hussein mengenai pergerakan militer Amerika Serikat (AS). Pentagon sebelumnya menduga informasi diberikan dalam hari-hari awal invasi pimpinan Amerika pada 2003."Tuduhan serupa yang tak berdasar mengenai intelijen Rusia telah dilontarkan lebih dari sekali," kata juru bicara Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari kantor berita BBC, Sabtu (25/3/2006).Sebuah laporan Pentagon menyebutkan, Rusia menyampaikan rincian intelijen itu melalui duta besarnya di Baghdad. Salah satu butir intelijen yang diberikan Rusia keliru, dan justru membantu upaya kunci AS untuk mengelabui Saddam.Laporan itu juga mengutip berkas memo Irak yang menyebut "sumber-sumber" Rusia di markas militer AS di Qatar. "Informasi bahwa Rusia menghimpun dari sumber-sumber di dalam Komando Sentral Amerika di Doha menyatakan AS yakin menduduki kota-kota Irak tidak mungkin," kata dokumen Irak itu, seperti dikutip laporan Pentagon.Campur tangan SaddamLaporan itu juga menyatakan, kepemimpinan militer Saddam Hussein yang tidak cakap merupakan faktor utama kekalahan pasukannya. "Faktor pendukung terbesar atas kekalahan total pasukan militer Irak adalah campur tangan terus menerus oleh Saddam (Hussein)," tulis laporan itu. Secara keseluruhan laporan itu menggambarkan Saddam Hussein sangat jauh dari realita-terlalu sibuk untuk mencegah kerusuhan dalam negeri dan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran. Laporan 210 halaman berjudul "Iraqi Perspectives Project" itu bertujuan membantu para pejabat Amerika memahami dengan mengkaji kembali bagaimana militer Irak mempersiapkan diri dan bertempur selama invasi. Laporan ini disusun dalam versi rahasia dan terbuka untuk publik.Dalam laporan intelijen itu juga menyebutkan, Rezim (Iraq) juga menerima intelijen dari Rusia yang menimbulkan spekulasi bahwa serangan dari Kuwait hanyalah tipuan. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads