Majalengka Contoh Sukses Penyaluran BLT

Majalengka Contoh Sukses Penyaluran BLT

- detikNews
Sabtu, 25 Mar 2006 22:08 WIB
Majalengka - Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I dan tahap II periode awal telah disalurkan bagi rumah tangga miskin di Indonesia. Kabupaten Majalengka juga telah melakukan tugas tersebut. Karena tidak mengalami banyak kendala, maka tidak heran jika Majalengka bisa menjadi contoh sukses penyaluran BLT.Demikian diungkapkan Deputi Menkokesra Bidang Koordinasi Kesejahteraan Sosial, Adang Setiana saat melakukan kunjungan kerja di kantor Bupati Majalengka, Jl A Yani No 1, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (25/3/2006).Pernyataan itu tidaklah berlebihan. Sebab menurut Sekda Kabupaten Majalengka, Suharja, proses penyaluran BLT di Majalengka berlangsung sangat tertib. Ketika di daerah lain muncul masalah berkaitan dengan pendataan, Majalengka justru tidak menemui kendala itu."Ini karena di Majalengka pendataan penduduk miskin sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Pendataan ini sendiri penting tidak hanya untuk penyaluran BLT saja," ujar Suharja.Suharja mengatakan bahwa pendataan penduduk miskin di Majalengka sudah dilakukan sejak tahun 1994. Setelah itu pada tahun 2003 baru dibuat kartu miskin penduduk. Awalnya kartu miskin dibuat karena bulog akan membagikan beras miskin pada masyarakat. Sejak itu kartu miskin sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Karena kartu itu bisa digunakan untuk berobat hingga rumah sakit di Jakarta, untuk mencari kerja, dan pelayanan gratis mendapatkan KTP atau pun kartu keluarga. Kartu miskin ini berlaku selama 5 tahun. Suatu keluarga dikategorikan miskin apabila memenuhi 9 persyaratan yang ditetapkan. Persyaratan itu tidak jauh berbeda dengan kriteria miskin Badan Pusat Statistik.Kepala keluarga akan mendapatkan kartu miskin antara apabila bagian terluas rumah masih tanah, tidak bisa makan minimal dua kali sehari, dan bila dalam setahun terakhir tidak mampu membeli sekurangnya 1 setel pakaian baru.Apalagi Majalengka selalu melakukan pemutahiran data penduduk miskin yang dilakukan setiap bulan. Pengevaluasian atas kegiatan itu dilakukan tiap akhir tahun.Adang sangat puas dan bangga dengan apa yang sudah dilakukan Kabupaten Majalengka. Ia berharap hal semacam itu bisa direplikasi ke daerah lain, sehingga penyaluran BLT akan berjalan lebih tertib."Apa yang dilakukan Majalengka ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lainnya. Supaya tidak berbelit dan makan waktu lama untuk menyajikan data terbaru tentang KK miskin," kata Adang sambil tersenyum puas. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads