Quick Count: Untung - Agus Kembali Pimpin Sragen
Sabtu, 25 Mar 2006 21:45 WIB
Sragen - Untung Wiyono dan Agus Fatchurrahman dipastikan akan kembali menjadi bupati dan wakil bupati Sragen hingga lima tahun ke depan. Perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan KPUD setempat menunjukkan mereka meraih 88% suara pemilih. Jauh meninggalkan saingannya, pasangan Inggus Subaryanto dan Mahmudi Tohpati.KPUD Sragen membuat dua cara penghitungan cepat. Cara pertama adalah IT dengan menempatkan petugas di setiap kecamatan dan selalu melakukan laporan online. Cara kedua adalah Bakom Carakan yang melibatkan yang Orari, Rappi dan petugas Pemkab yang ditempatkan TPS-TPS dan Kelurahan.Kedua cara ini merampungkan penghitungan seluruh TPS yang ada pada pukul 18.15 WIB tadi. Versi IT mencatat pasangan Untung - Agus meraih 395.861 suara (87,3%) dan pasangan Inggus - Mahmudi meraih 57.355 suara (12,6%). Sedangkan versi Bankom Caraka mencatat Untung - Agus meraih 411.304 suara (88%) dan Inggus - Mahmudi meraih 57.280 suara (12%).Untung - Agus menang menyeluruh di 20 kecamatan. Di Kecamatan Gemolong, tempat tinggal Inggus, mereka menang telak 20.717 melawan 2.833 (versi IT) dan 20.705 melawan 2.833 bagi Inggus - Mahmudi (versi Bankom). Demikian juga di Kecamatan Tanon, tempat tinggal Mahmudi, kedua versi mencatat kemengangan Untung - Agus dengan 22.743 suara melawan 4.188 suara.Dengan perolehan ini maka Untung - Agus, pasangan yang diajukan oleh PDIP, yang selama lima tahun terakhir ini telah memimpin Sragen sebagai bupati dan wakil bupati dipastikan akan memperpanjang jabatannya untuk lima tahun kedepan."Namun kami tidak akan menggunakan kedua versi tersebut sebagai dasar penghitungan. Kami akan tetap mendasarkan penghitungan secara resmi melalui penghitungan manual. Penghitungan cepat itu kami sediakan agar warga segera mendapat gambaran hasil Pilkada. Hasil resmi juga tidak akan berbeda jauh," ujar anggota KPUD Sragen Fadhil Mansyuruddin, Sabtu (25/3/2005) malam.Jumlah hak pilih di Sragen dalam Pilkada tersebut mencapai 675.853 suara. Dari hasil akhir maka versi IT mencatat 222.637 pemegang hak pilih tidak menggunakan haknya atau merusak kartu suara. Sedangkan versi Bankom mencatat 207269 suara. Kedua penghitungan cepat ini tidak mencatat secara jumlah suara rusak maupun suara yang tidak digunakan.Perolehan Suara TertinggiFadhil juga mengatakan dengan menggunakan penghitungan cepat itu sebagai asumsi awal maka tingkat kehadiran hak pillih di Pilkada Sragen ini mencapai 68%. Dengan demikian maka bayang-bayang melonjaknya suara golput yang menghantui pra-pemungutan suara tidak terbukti."Sejak awal saya memprediksi pemilih yang akan datang sekitar 70%, karena memang ada banyak pemegang hak pilih berada di luar Sragen dan tidak mungkin dapat pulang. Bahkan kami mampu berbangga karena dengan asumsi itu maka tingkat kehadiran pemilih di Sragen ini mencapai prosentase tertinggi di banding Pilkada di daerah lain di Surakarta," ujarnya."Berdasarkan asumsi dari penghitungan cepat itu pula, bukan tidak mungkin perolehan suara yang didapat Pak Untung dan Pak Agus ini merupakan perolehan suara tertinggi yang diperoleh pasangan calon bupati dan wakil bupati selama Pilkada langsung digelar di Indonesia. Ini sebuah kemenangan mutlak," lanjutnya.
(ary/)











































